Di Antara Mereka Ada yang Mendapati Ujian Tatkala Tersentuh Hidayah untuk Menapaki Jalan kebenaran

Unik, tiga ikhwan, sebuah kisah tatkala mendapatkan hidayah dan cobaan keimanan (Bersyukurlah, Mungkin Cobaan Yang Menimpamu Belum Seberapa Dibanding Cobaan Yang Menimpa Mereka)

Al Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Allah ta’ala berfirman,

الم* أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ* وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” [Al-‘Ankabut: 1-3]

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Nya, dengan kasih sayang-Nya ada beberapa Ikhwan dari desa-desa terpencil yang tadinya bergelimang syirik dan bid’ah mendapatkan hidayah kepada tauhid dan sunnah melalui siaran radio Ma’had An-Nur Al-Atsari, Radio Dakwah Salafiyah (RDS) 107,7 FM Banjarsari Ciamis (walaupun sayang radio ini sudah lama tidak dikelola secara profesional karena kurangnya SDM dan finansial).

Qadarullah, beberapa pekan terakhir ini ana dihubungi secara bergantian oleh tiga orang Ikhwan dari tiga desa berbeda. Alhamdulillah nampak penampilan mereka sudah sesuai sunnah, dan masing-masing mengaku bahwa awal kali mengenal sunnah melalui RDS 107.7 FM, terutama pada siaran pagi yang ada tanya jawabnya.

Dan ternyata, semua Ikhwan tersebut memiliki masalah yang sama, yaitu ketika nampak perubahan yang sangat mendasar dalam cara beragama mereka maka para pelaku syirik dan bid’ah mulai menampakkan kebencian disertai cercaan bahkan ancaman pembunuhan.

Mereka pun punya masalah yang sama dengan istri dan keluarga istri mereka masing-masing. Istri-istri mereka tidak mau diajak untuk meninggalkan syirik, bid’ah dan maksiat. Tidak mau mengenakan jilbab yang syar’i, dan tidak mau menuntut ilmu agama. Keluarga istri-istri mereka pun memaksa mereka untuk bercerai.

Keadaan terakhir, Ikhwan pertama telah sampai diancam bunuh oleh iparnya sendiri, Ikhwan kedua dalam proses cerai, Ikhwan ketiga telah diusir dari rumah mertua dan dipaksa berpisah dari anak dan istrinya sendiri. Sangat ana sayangkan, ketiga Ikhwan ini masing-masing tinggal di Pondok Mertua Indah. Alhamdulillah Ikhwan yang diusir telah ana salurkan kepadanya sedikit bantuan kaum muslimin untuk bekalnya mencari kerjaan dan tempat tinggal baru.

PELAJARAN YANG BISA KITA PETIK

1. PELAJARAN PERTAMA: Indahnya nikmat hidayah, ketika sebagian orang harus mempertahankannya dengan penuh cobaan yang mungkin apabila cobaan itu ditimpakan kepada kita, akan membuat kita lari dari jalan Allah ta’ala. Kita berlindung kepada Allah ta’ala.

2. PELAJARAN KEDUA: Setiap orang yang mengikuti kebenaran pasti akan menghadapi berbagai macam cobaan dan rintangan, bahkan tidak jarang dari keluarga sendiri. Maka hendaklah dihadapi dengan kesabaran, senantiasa memohon pertolongan Allah ta’ala dan jangan lari dari jalan-Nya karena disakiti manusia. Allah ta’ala telah mengingatkan,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu seperti azab Allah (yang harus dia lari darinya).” [Al-‘Ankabut: 10]

3. PELAJARAN KETIGA: Gambaran kondisi kaum muslimin masih banyak seperti dalam kisah di atas, demi Allah kalau kita menyibukkan diri untuk menuntut ilmu dan berdakwah kepada tauhid dan sunnah, insya Allah kita tidak akan disibukkan dengan permasalahan fitnah yang sebetulnya bukan hak kita untuk masuk dalam masalah tersebut. Sebab waktu dan perhatian kita akan tersita untuk mengurus masalah-masalah besar pada umat ini.

4. PELAJARAN KEEMPAT: Maka hendaklah setiap kita bertanya kepada diri kita masing-masing, sejauh mana kita menuntut ilmu dan mendakwahkannya sehingga hilang kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan di sekitar kita? Berapa kitab yang sudah kita tamatkan? Berapa bab ilmu yang sudah kita kuasai? Berapa dalil yang sudah kita pahami dan hapalkan? Kalau sudah, apakah sudah kita dakwahkan?

5. PELAJARAN KELIMA: Pentingnya mendidik istri. Jika kita hanya sibuk sendiri menuntut ilmu dan membiarkan istri dalam kejahilan, pada akhirnya akan terjadi pertentangan dalam rumah tangga dan berujung pada perceraian. Dan tentunya kita sebagai suami akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah ta’ala. Maka jika istri jahil dan berbuat maksiat pertama sekali hendaklah kita salahkan diri kita sendiri yang tidak mendidiknya dengan baik.

6. PELAJARAN KEENAM: Jangan tinggal di Pondok Mertua Indah kecuali terpaksa. Hal itu jika keluarga istri masih sangat dekat dengan kesesatan, sebab keadaan tersebut akan menyulitkan pendidikan bagi istri dan anak-anak.

7. PELAJARAN KETUJUH: Pentingnya berdakwah kepada masyarakat dengan ILMU dan HIKMAH serta AKHLAK MULIA.

8. PELAJARAN KEDELAPAN: Pentingnya membangun lingkungan tempat tinggal yang Islami.

Akhirnya, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini, dan mohon do’a kaum muslimin semoga Allah ta’ala memudahkan urusan ketiga Ikhwan tersebut dan mengokohkan mereka di atas kebenaran sampai akhir hayat.

Wallahu a’lam

(Dari updated status FB Al Ustadz Sofyan Chalid)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Manhaj As Salafus Shalih, Renungan Salaf, TAZKIYATUN NUFUS
One comment on “Di Antara Mereka Ada yang Mendapati Ujian Tatkala Tersentuh Hidayah untuk Menapaki Jalan kebenaran
  1. AFA mengatakan:

    kami yg jauh ikut prihatin atas apa yg sedang menimpa ketiga saudaraku muslim,berupa cobaan-cobaan yan apabila menimpa kami blm tentu kami sanggup menghadapinya.Semoga Alloh memberikan mrk bertiga kesabaran.dan segera mendatangkan pertolongan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image