Terus Menerus Umrah di bulan Ramadhan Bukanlah Sunnah

Samahatusy Syaikh Mufti ‘Am Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, yang juga Ketua Hai’ah Kibarul Ulama Islam, mengatakan bahwa melakukan umrah berkali-kali pada bulan Ramadhan tidaklah disunnahkan.
Beliau mengatakan ibadah ini harus dilakukan secara wasathan (pertengahan). “Melakukan umrah di setiap bulan Ramadhan, umat Islam lainnya yang terganggu, adalah haram. Hal ini cukup untuk melakukan umrah sekali atau dua kali dalam bulan Ramadhan, “katanya kepada harian Okaz.

Syaikh ditanya dengan beberapa perkara yang terkait dengan praktik yang biasanya ada pada bulan Ramadhan.

Syaikh ditanya tentang apa yang harus dilakukan ketika menjadi imam sholat Taraweh. Beliau mengatakan Taraweh seharusnya tidak terlalu panjang, demi memperhatikan orang tua dan orang sakit.

Beliau juga meminta para imam untuk memastikan bahwa mereka membaca Al Qur’an dengan tartil selama shalat Taraweh di bulan Ramadhan.

Syaikh mengatakan bahwa Allah Subhanahu wata’ala hanya menerima amal shalih jika amalan itu murni hanya untuk Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan ajaran Al Quran dan As sunnah.
“Seorang Muslim harus menyembah Allah sebagaimana yang Dia perintahkan dan harus tahu bahwa pahala bergantung pada bagaimana ibadah ini dilakukan. Allah Ar Rahim juga mendorong kita melakukan sholat-sholat nawafil (sholat sunnah) setelah yang wajib untuk menjadikan kita wali-wali-Nya, “katanya.

Syaikh meminta pemilik saluran TV untuk tidak menayangkan acara tak bermoral selama bulan Ramadhan dan kreatif membuat tayangan yang baik, berarti, berguna, dan efektif.

Beliau juga memperingatkan untuk tidak bertanya kepada yang bukan ahlul ilmi. Beliau meminta para ulama untuk bertakwa kepada Allah Azza wajalla ketika memberikan fatwa dan balasan yang akan diberikan.

Dia menekankan bahwa siapa saja yang memiliki ilmu dapat memberikan fatwa untuk pertanyaan pribadi, tapi masalah yang berkaitan dengan umat secara umum harus diberikan oleh ulama kibar saja.

Mengenai kesalahan puasa yang dilakukan oleh pemuda selama bulan Ramadhan, Asy syaikh mengatakan bahwa asatidzah hendaknya berbicara dengan pemuda dalam bahasa yang mereka mengerti dan menjadi saudara bagi mereka ketika ingin menunjukkan kepada mereka jalan yang benar.
Mereka harus tahu apa kepentingan mereka.

Ketika beliau ditanya tentang mengqashar sholat tatkala bepergian antara Jeddah dan Makkah, Asy Syaikh mengatakan ada khilaf (perbedaan pendapat) mengenai hal ini. Sebagian orang berpikir bahwa jarak keduanya begitu dekat sehingga bepergian antara keduanya tidak dianggap safar. ‘Ala kulli hal keduanya adalah kota yang berbeda.

Syaikh memperingatkan terhadap Internet, kecuali bagi mereka yang memiliki ilmu dan bashirah yang tajam.
“Internet berisi banyak problema dan dusta, dan siapa saja bisa menulis apa yang diinginkannya. Menghabiskan waktu lama di Internet adalah kesalahan”, Kata Syaikh.

(arabNews)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Buka Puasa, Fatwa, Fiqih, I'tikaf, Ilmu dan Ulama, Ramadhan, Sahur, Shalat, Shaum, Tarawih, Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image