Wallahul Musta’an…!! Pemerintah Komunis China Larang Muslim Uighur Puasa

Dengan dalih stabilitas sosial, pemerintah China melarang Muslim di provinsi Xinjiang untuk beribadah puasa selama Ramadan. Para anggota Partai Komunis di wilayah tersebut juga diminta sebisa mungkin mencegah Muslim berpuasa.

Diberitakan Hindustan Times, Kamis 14 Ramadhan 1433H / 2 Agustus 2012, larangan ini disampaikan oleh China di situs-situs pemerintah. Selain dilarang berpuasa, para pejabat pemerintah di Xinjiang yang juga anggota Partai Komunis diminta untuk menghalangi etnis Muslim Uighur untuk mendatangi masjid dan beribadah.

Perintah larangan yang sama juga datang dari biro pendidikan di Xinjiang, tepatnya di kota Wensu. Dalam situs biro pendidikan kota, sekolah-sekolah diminta untuk memastikan bahwa murid-murid mereka tidak puasa dan masuk masjid.

Bahkan, demi mendorong warga Uighur tidak puasa, pemerintah dalam situsnya mendesak pemimpin partai di provinsi tersebut untuk memberikan hadiah berupa makanan kepada para kepala desa. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka makan selama Ramadan.

“Komite Partai Komunis telah mengeluarkan kebijakan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama Ramadan. Dilarang bagi kader Partai Komunis, pegawai pemerintah (termasuk yang sudah pensiun) dan siswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas reliji selama Ramadan,” tulis pernyataan dalam situs kota Zonglang di distrik Kashgar Xinjiang.

Larangan berpuasa selama Ramadan ini tidak ayal menimbulkan kecaman di kalangan masyarakat Uighur. Kelompok HAM Uighur, Kongres Uighur Dunia, khawatir larangan pemerintah China akan memicu konflik dan bentrokan baru di provinsi Xinjiang.

“Dengan melarang berpuasa selama Ramadan, China menggunakan metode administratif untuk memaksa etnis Uighur makan demi membatalkan puasa,” kata Dilshat Rexit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, di luar negeri.

Xinjiang yang terletak di Barat Laut China adalah rumah bagi sembilan juta etnis Muslim Uighur. Etnis minoritas yang berbahasa Turki ini sering bentrok dengan pemerintah China dan etnis mayoritas Han. Pada 1430H / 2009, sebanyak 200 orang tewas dalam bentrokan kedua etnis di Urumqi, ibukota Xinjiang.

Sya’ban 1433H / Juni lalu, polisi menyerbu sebuah madrasah yang mengajarkan Al-Quran di wilayah ini. Sebanyak 17 orang, 12 di antaranya anak-anak, terluka saat polisi menggunakan bom untuk mendobrak masuk.

(VIVAnews)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Asia, Cina, INFO SUNNIY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image