Perkara yang Harus Diperhatikan bagi Seseorang yang Mau I’tikaf

Abu Harun As Salafy

Adab dan Peraturan

– Carilah masjid yang sesuai dengan sunnah, agar ibadah berbuah pahala dan berkumpul dengan orang-orang shalih
– Meniatkan i’tikaf dengan ikhlas Lillahi Ta’ala
– Mendaftar ke panitia/DKM dan tanyakan informasi perihal ketersediaan makanan untuk buka puasa, makan malam, dan sahur plus biayanya. Ada masjid yang menyediakan itu semua dengan gratis lho atau memberikan subsidi.
– Mengisi waktu i’tikaf dengan ibadah, seperti tilawah Al Quran, berdoa, dzikir, membaca buku agama, menuntut ilmu, sholat sunnah, dan sebagainya

Perlengkapan

– Al Quran dan buku-buku islami untuk bacaan, juga alat tulis
– Lotion anti nyamuk
– Sabun, pasta gigi, sikat gigi, dan handuk
– Pakaian sholat
– Pakaian tidur
– Pakaian dalam
– Pakaian kerja dan perlengkapannya bagi ikhwah yang tetap masuk kerja.
– Kaos kaki / sleeping bag
– Kantong plastik (untuk pakaian kotor dan selainnya)

Lain-lain

– Bagi yang membawa kendaraan, hendaknya mengunci kendaraan dengan maksimal (kunci ganda)
– Parkir kendaraan di tempat yang aman atau di tempat yang telah ditentukan panitia/DKM
– Menjaga kebersihan masjid (bagian kamar mandi, dalam, dan luar masjid)
– Menjaga adab-adab di masjid
– Meletakkan barang-barang di tempat yang ditentukan panitia
– Tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaan masing-masing

Wallahu a’lam.

Selamat I’tikaf dan semoga Lailatul Qadr menjadi milik kita. Aamiin !!

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqih, Hidupkan Sunnah, I'tikaf, INFO SUNNIY, Potret Keluarga, Puasa, Ramadhan, Sahur, Shalat, Shaum, Tarawih, Zakat Fitri, Zakat Mal
One comment on “Perkara yang Harus Diperhatikan bagi Seseorang yang Mau I’tikaf
  1. Akhwat mengatakan:

    ‘afwan diatas disebutkan bahwa membawa pakaian kerja juga bagi ikhwah yg tetap kerja . Bukankah i’tikaf itu berdiam diri di Masjid dan tidak keluar kecuali ada perlu?? Yang pernah saya denger dari kajian bahwa berdagang itu membatalkan i’tikaf, berarti kerja membatalkan??
    Karena tujuannya i’tikaf adalah sementara waktu putus hubungan dgn makhluk untuk menghabiskan waktu beribadah kepada Allaah.
    Mohon penjelasan dari uraian diatas agar tidak salah paham.
    Baarokallaahu fiyk ..

    Na’am. Fattaqullaha mastatha’tum. Diatur saja bagaimana caranya supaya bisa i’tikaaf. Kalau memang bisa berhenti berdagang karena sudah diplanning sebelumnya maka ini yang diinginkan. Atau cuti bagi yang bekerja di perusahaan dan ada ijin untuk itu maka ini yang kita semua mengharapkannya. Akan tetapi tidak semua diberikan kemudahan.

    Termasuk penulis, yang tidak bisa cuti berkepanjangan hanya bisa full i’tikaaf hari sabtu-ahad (krn libur) dan 3 hari terakhir Ramadhan. Selebihnya pagi ke kantor dan malam ke masjid untuk i’tikaaf (kantor-masjid-kantor-masjid).

    Yassarallahu kulla amrina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image