Insyaallah Jamaah Haji Bebas dari Virus Penyakit

Wizarah Ash Shihhatu As Su’udiyah (Menteri Kesehatan Arab Saudi) Dr Abdullah Al-Rabeeah mengatakan kemarin bahwa semua jamaah haji aman dari virus. Wizarah Ash Shihhatu As Su’udiyah (Kementrian Kesehatan Arab Saudi) tidak mendeteksi ada penyakit epidemi atau malaria di antara jemaah haji tahun ini.

Al-Rabeeah mengatakan jamaah yang telah tiba di Makkah dan Madinah, berada dalam kesehatan yang baik. Ia juga secara khusus mengatakan tidak ada kejadian malaria.

Meskipun coronavirus masih menggejala, belum menjadikannya sinyal darurat , kata menteri. Sejauh ini, kata dia, hanya dua orang yang didiagnosis positif untuk penyakit ini.

Para pejabat kementerian mengamati dengan seksama pergerakan virus. “Kami telah mengingatkan semua akses masuk di Kerajaan Saudi Arabia untuk memeriksa setiap kasus yang dicurigai di antara para jamaah dan wisatawan biasa.

Kebanyakan orang terinfeksi dengan coronavirus cenderung pulih setelah menerima pengobatan yang diperlukan. Ini adalah obat penunjang sederhana dimaksudkan untuk mencegah komplikasi. Meskipun demikian, dalam kasus yang jarang, spesies virus ini memerlukan komplikasi akut pada sistem pernapasan dan ginjal, yang dapat menyebabkan kematian. Terutama rentan adalah orang tua dan mereka yang menderita dari jantung kronis dan penyakit dada atau immunodeficiency.

Sebelum awal musim Umrah dan Haji, Wizaratul Kharijiyah As Su’udiyah (Departemen Luar Negeri Arab Saudi) mengirimkan surat edaran kepada kedutaan di luar negeri menunjukkan persyaratan karantina di negara masing-masing untuk penerbitan visa haji.

Tahun ini, Kerajaan Saudi Arabia memfokuskan pada penyakit seperti demam kuning, meningitis, influenza musiman, polio dan keracunan makanan. Ditetapkan vaksin harus diberikan 10 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Makkah dan Madinah. Kapal-kapal dan pesawat yang membawa jamaah disarankan memiliki sertifikat yang menunjukkan telah bebas dari nyamuk.

Al-Rabeeah mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya berfokus pada langkah-langkah preventif dan kuratif dan menjaga stok obat-obatan yang cukup untuk mengobati sejumlah besar pasien dalam keadaan darurat.

Dia mencatat bahwa para pejabat kesehatan telah dikerahkan di lokasi-lokasi strategis di kota suci untuk mengobati jamaah yang sakit. Tahun ini, Wizarah Ash Shihhatu As Su’udiyah (Kementrian Kesehatan Arab Saudi) telah membuka sebuah rumah sakit dengan 236 tempat tidur di sebelah timur dari Arafat. Rumah sakit ini memiliki 50 tempat tidur di unit perawatan intensif. Akan ada tambahan 320 tenaga medis dan paramedis khusus di bidang spesialis untuk bekerja pada perawatan intensif, darurat, dan bidang-bidang penting lainnya. Selain pusat-pusat pelayanan kesehatan primer di kota suci, menteri mengatakan bahwa akan ada delapan rumah sakit besar untuk melayani jamaah.

Wizarah Ash Shihhatu As Su’udiyah (Kementrian Kesehatan Arab Saudi) telah mempekerjakan sekitar 20.000 orang untuk mendukung tim pejabat pemerintah yang bekerja di kota-kota suci.

(arabNews)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Arab Saudi, Haji, INFO SUNNIY, Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image