Seorang Pria Membantu Wanita Selama Proses Melahirkan

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

Pertanyaan:

Apa hukum mengenai seorang pria membantu wanita dalam proses melahirkan?

Jawaban:

Pada prinsipnya, tidak seyogyanya untuk langsung mengatakan bolehnya seorang wanita ke rumah sakit untuk melahirkan, melainkan sangat penting untuk menentukan batasan (dalam kondisi yang bagaimana hal itu diperbolehkan).

Jadi jika dokter wanita berkeyakinan, berdasarkan pengetahuan, bahwa wanita ini tidak memungkinkan baginya untuk melahirkan secara normal, dan dia harus operasi caesar, maka dalam hal ini dia akan dipindahkan ke rumah sakit. Adapun kelahiran normal, maka hal itu tidak dibolehkan baginya untuk meninggalkan rumahnya dan meminta dirawat di rumah sakit hanya sekedar untuk melahirkan secara normal.

Jika wanita yang hendak melahirkan ini perlu dirawat di rumah sakit, maka tidak boleh dia menunjuk dokter laki-laki untuk membantunya dalam proses melahirkan. Namun, jika salah satu (dokter wanita) tidak hadir, maka tidak ada salahnya, atau lebih tepatnya, jika dia berada dalam keadaan berbahaya dan dokter wanita tidak hadir, maka wajib bahwa dokter laki-laki membantu dia (saat proses melahirkan).

Dan jawaban ini berasal dari dua prinsip dari prinsip-prinsip ushul fiqh, yakni:
1) Kondisi Darurat membolehkan Sesuatu yang Terlarang.
2) Kebutuhan Sebanding dengan Luasnya.

Jadi jika seorang wanita mampu melahirkan di rumahnya, maka tidak dibolehkan baginya untuk pergi ke rumah sakit, (dan) jika dia membutuhkan -seperti karena tidak ada seorang pun untuk membantunya dalam proses melahirkan- maka dapat menunjuk dokter wanita, dan jika tidak ada yang hadir, maka dapat menunjuk dokter laki-laki (untuk datang ke rumah wanita yang mau melahirkan).

Jadi pada prinsipnya, tidak diperbolehkan bagi seorang wanita untuk meninggalkan rumahnya kecuali jika diperlukan, seperti yang disebutkan dalam Shahih al-Bukhari, ketika mengungkapkan firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (al-Ahzaab: 33)

Dan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

قَدْ أَذِنَ اللهُ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَوَائِجِكُنَّ

“Allah telah mengizinkan bagi kalian (para wanita) untuk keluar (rumah) tatkala kalian memiliki keperluan.” (Lihat Shahih Al-Bukhari, Kitabun Nikah, Bab Khurujun Nisa` li Hawa`ijihinna, hadits no. 5237)

Fatawa Muhimmah li-Nisaa. al-Ummah – Halaman 240
fatwa-online

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam anak, Fatwa, Fiqih, Potret Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image