Fenomena Umat Islam yang Berpartisipasi Dalam Pemilu Negara Kafir

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani

Pertanyaan:

Apa hukumnya bagi beberapa Muslim Amerika yang berpartisipasi dalam pemilu yang terjadi di Amerika? Mereka menggunakan kaidah Apabila terkumpul dua mudharat maka ambillah mudharat yang paling ringan. Mereka berpikir bahwasanya salah satu kandidat tersebut jika menang akan menindas dan menimbulkan masalah pada Islam dan kaum Muslimin di Amerika.

Jawaban:

Kufur adalah salah satu agama, dan Rabbuna Jalla wa’ala mengingatkan kaum Muslimin yang berpikir bahwa mereka sedang menerapkan prinsip mengambil mudharat yang paling ringan dari dua mudharat bahwasanya Allahu Ta’aala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)

Jadi saya sungguh sangat heran terhadap para pemuda Muslim yang mengharapkan sesuatu laksana fatamorgana seperti yang terjadi dalam pertanyaan Anda – baarakallahu Fiik.

Dan Allahu ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.” (Hud: 113)

Dan api dunia datang sebelum api di akhirat (neraka).

Karena itu, kami mengatakan bahwa tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pemilu seperti ini, karena partisipasi yang berarti mengambil orang kafir sebagai teman melalui tindakan anda. Dan itu adalah haram menurut Al Quran.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Al-Maaidah: 51)

——————————————–

Asy Syaikh Ahmed bin Yahya An Najmi

Syaikh ditanya pertanyaan berikut:

Penanya: Wahai Syaikh, apa hukumnya umat Islam di Amerika mengambil bagian dalam pemungutan suara dan pemilihan, jika mereka merasa bahwa ini barangkali akan menguntungkan Islam dan kaum Muslimin?

Syaikh: Sistem pemilu merupakan bid’ah dan tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk berpartisipasi di dalamnya bersama orang-orang kafir.

Penanya: Alasan untuk partisipasi mereka adalah bahwa jika mereka mendukung dan memilih salah satu kandidat dalam posisi tertentu, bahkan jika orang ini adalah kafir, orang ini pada gilirannya akan memberikan tanah bagi umat Muslim untuk membangun sekolah dan masjid.

Syaikh: Wahai saudaraku, apakah dibolehkan bagi umat Islam untuk masuk ke dalam bid’ah dan bergabung dan bekerja sama dengan orang-orang kafir untuk memperoleh sesuatu yang belum mungkin terjadi! Ini tidak benar menurut saya.

SalafiTalk

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Demokrasi dan Pemilu, Fatwa
9 comments on “Fenomena Umat Islam yang Berpartisipasi Dalam Pemilu Negara Kafir
  1. ali hasan mengatakan:

    assalamualaikum pak ustad,,, kenapa di mesjid itu banyak pengikut manhaj salaf yang tidak ber etika,celana jingkrak,janggutan,dan suooomboongnya itu loh,kaya kami ini seperti najis mukholazoh baginya,saya seperti di kucilkan di mesjid tersebut,apalagi oleh imamnya,apa karena saya pake baju koko dan sarung serta peci yang karena bukan sunnah rasul (gamis)? Sejak itu saya gak shalat di situ lagi,,semoga allah ta’ala melaknatnya.yang paling menjijikkan itu salafiyin berotak dangkal yang berhujjah pake otak sendiri,, main tuduh tuduh bidah dan gampang mengucapkan kafir pada orang lain,,serta sombong seperti orang yahudi yang menyentuh umat muslim,, bersalaman aja cuma pake ujung jari,,, ajarin tuh pengikut kalo lagi dakwah,,,kalo gak bisa ane ajak gelut ntar para salafiyin di dalam mesjid….,, yang merusak salafy itu salafiyin berotak dangkal itu sendiri.

    Mereka fanatik buta,,, arti SALAF Aja mungkin mereka gak tahu,,, kebanyakan salafiyin itu cuma orang BODOH yang baru melek agama yang terlalu bernafsu mempelajari agama,,namun apa daya otaknya gak mampu hingga gampang mencap orang kafir,bid’ah.serta sok ber skill padahal apa yang dia serap dari dakwah ulama salaf aja mereka belum tentu ngarti.bukan masalah manhajnya,,tapi salafiyin nya,,, apakah mereka ingin membuat agama baru dengan nama agama SALAFIYIN? Kalo tidak,,kenapa mereka berceramah seperti itu? Seolah olah mereka islam sedang kami ahlul bid’ah,,,

    • said agil mengatakan:

      itu sih oknum akhi,…….jangan salahkan manhajsalaf nya. Banyak juga yg ramah dan hampir semua firqohkah, ormaskah ada saja yg sombong.

  2. ali hasan mengatakan:

    saya pernah debat kusir dengan salafiyin,,, katanya makan kalo pake sendok bid’ah,,,alasannya katanya gak ada di zaman rasul.

    Dalam hati saya cuma ngomong ” ini orang belum lama tobat tapi dah melebihi orang gila”.

    Anehh bener para salafiyin,,, besok besok kalo mau ceramah,, materi ceramahnya jangan yang berat berat pak ustad,,,takut nanti para calon salaful shaleh salah kaprah..yang da ntar malah kena tonjok karena berhujjh pake dengkul.

    • Abu Abdirrohman mengatakan:

      pak Ali Hasan memangnya tinggal di mana? Saya pernah tinggal di Jogja, di Kebumen dan sekarang di Bekasi/ jakarta tapi sama sekali belum pernah ketemu dengan salafiyin yang punya ciri-ciri seperti pak Ali Hasan sampaikan. Kalo ada salafiyun seperti itu, parah banget tuh Pak….

      Yang saya temui, salafiyun temen-temen saya orangnya : ramah, mendahului salam, mengajak salaman, senyum, tidak gampang membid’ahkan kecuali dengan ilmu. Hanya saja memang kalo masalah senyum, sebagiannya mahal banget buat senyum. Nasihat ustadz sebelah : “gigimu bukanlah aurat”.

      Barokallohu fik

  3. el bee mengatakan:

    Bismillah. Pengalaman saya ikut ta’lim dan sholat di masjid perumahan elite galaxy surabaya bersama orang2 yang bermanhaj salaf, alhamdulillah menyenangkan kok. Saya merasa atmosfir persaudaraanya sejuk, tenang di ruhiyah, dapat ilmu lagi! Mereka juga ramah, lemah lembut dalam berbicara, padahal saya baru kenal lho! Terus yang kata beberapa sumber mereka suka mencela dan takfir, alhamdulillah itu juga tidak saya temukan pada mereka. So… berbicaralah yang baik, atau lebih baik diam. Dari pada anda sibuk mencela. Sebab apa yang anda katakan dan cara anda berkata2 menunjukkan bagaimana sebenarnya kualitas diri anda. That’s it!

  4. muhammad ilyas mengatakan:

    bismilah,asslm.saya mengiyakan apa kata bp.ali hasan, memang rata2 salafiyin yang saya lihat bikin gak enak hati,gak ada istilah yang mengatakan apabila kita melihat orang sholeh membuat kita tenang dan menjadi ingat sama allah apalagi berkumpul dengan mereka karna kesholehan akan menular ke kita,nah ini melihat para jemaah salafi aja dah sakit hati, belum ngomong apalagi berkumpul x apa jadinya…dan hal ini saya diperparah lagi dengan masukny adik saya menjadi salafiyin tanpa sepengetahuan saya. dan apa yang terjadi keluarga saya jadi tidak karuan adik saya jadi orang sombong yang merasa dirinya yang paling benar dan amalan yang paling diterima allah, dulu sama saya salim sekarang salaman, yang dulu suka bicara pake bahasa sunda skarang bahasa indonesia bahkan sama orangtua, dulu suka ngumpul dengan adik2 saya yang lain sekarang memisahkan diri, dan msh ada yang lainnya…seandainya sekarang ada salafiyin yang berubah jadi sopan, lemah lembut dan lain2nya ya wajar karna berjalannya waktu mereka jadi berfikir sebenarnya yang salah siapa?yang sesat siapa?dan yang bnyak melakukan amalan bidah siapa? wassalam.

  5. abu vikra mengatakan:

    assalamualaikum.
    sebaiknya kita jangan mencap salafy itu berdasarkan prilaku oknum yang mengaku salafy, orang boleh mengaku salafy tapi apa orang tersebut benar – benar bermanhaj salaf?.., pelajarilah dulu manhaj salaf jgn sekedar lihat orang2 yg mengaku salafy tp tingkah lakunya tidak mencerminkan manhaj salaf. wslm

  6. Salafy mengatakan:

    kalau menurut saya pribadi,
    membuat ormas dan partai di negara kafir seperti amerika, inggris justru sangat bagus untuk persatuan dan kesatuan dan kekuatan umat muslim disana. Beda dengan di negara kaum muslimin, membuat ormas justru memecah belah persatuan, menimbulkan perselisihan.

  7. kenong mengatakan:

    wahh…kalo ada ikhwan salafi yang seperti itu,kayaknya sih cuma personal aja,soalnya saya juga pake sarung dan gamis kalo shalat jama’ah,tapi perlakuannya ramah kok,malahan saya salud sama ikhwan salaf,mereka sungguh sungguh dalam keta’atan,gak kayak kite kite,habis shalat trus nongkrong lagi ama begundal jalanan.salafiyun itu kalo bergaul gak mau dengan sembarangan orang,mereka cuma menjadikan orang yang tampak ke islamannya saja sebagai teman.dan kalo akhlak kita kurang baik,pasti kite gak akan di perdulikan lagi.menurut saya manhaj salaf itu banyak jadi rujukan ustad pengekor muhammadiyah.bahkan ustad ustad ngekor muhammadiyah di taklim,selalu mengambil rujukan kepada syaikh utsaimin,al albani,dan ibnu taymiah,kadang at jibrin.manhaj salaf itu bukan islam tassawuf,islam tassawuf no si NU yang katanya paling ASWAJA.xixix..yahh..gak semua salafiyun itu berakhlak salaf,,,cuma orang ber akhlaf salaf sudah pasti salafiyun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image