Menjalani Perawatan Medis di Saat Waktu Shalat

Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Pertanyaan:

Beberapa dari mereka yang sakit dijalankan operasi pada mereka di saat waktu shalat, dan setelah operasi selesai mereka masih berada dalam kondisi pembiusan sampai dua jam sementara waktu shalat terlewat. Jadi apa yang harus dilakukan?

Jawaban:

Yang nampak jelas adalah bahwa ia diampuni / dimaafkan jika waktu shalat telah habis, namun jika masih ada waktu yang tersisa untuk shalat, hendaknya ia tetap menegakkan shalat dalam kondisi apapun yang mungkin baginya. Karena udzur (keringanan) tidaklah ditetapkan kecuali ia tertidur (terbius) dan lupa.

Makanya Nabi Sallallaahu ‘alaihi wa’ala aalihi wa sallam bersabda,

أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيْطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيْطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِيْءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ الْأُخْرَى، فَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِيْنَ تَنَبَّهَ لَهَا

“Sesungguhnya tertidur dari mengerjakan shalat bukanlah sikap tafrith (menyia-nyiakan). Hanyalah merupakan tafrith bila seseorang tidak mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat yang lain (dalam keadaan ia terjaga dan tidak lupa). Maka siapa yang tertidur (atau lupa) sehingga belum mengerjakan shalat, hendaklah ia mengerjakannya ketika terjaga/ketika sadar/ingat.” (HR. Muslim no. 1560)

(Gharatul Ashritah ‘alaa Ahlij-Jahli was-Safsatah, Jilid 1, halaman 348)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fatwa, Fiqih, Ilmu dan Ulama, Kesehatan, Shalat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image