Berurusan dengan Seseorang (Ahlul Bid’ah) yang Berupaya Merayakan Maulid Nabi Shallallahu’alaihi wasallam

Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Pertanyaan:
Kami memiliki seorang rekan kerja yang ikut dalam perayaan Maulid (yakni Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam), pendukung, dan berupaya merayakannya. Haruskah aku meninggalkan dia karena Allah Ta’ala atau tidak? Apa yang harus aku lakukan? Jazakallahu khoir.

Jawaban:

Merayakan Maulid Nabi adalah bid’ah, dan siapa pun yang melakukannya adalah Ahlul Bid’ah (mubtadi’) jika dia bersikeras melakukannya dan tidak menerima saran (nasihat), bahkan memilih untuk terus mengajak merayakan Maulid dan membangkitkan minat di dalamnya.

Maka, wajib bagimu untuk meninggalkan dia karena dia adalah seorang Ahlul Bid’ah, dan tidak diperbolehkan mempertahankan persahabatan dengan Ahlul Bid’ah.

(Fataawa tata’allaaq bil-Maulid an-Nabawiy Hal 49, Al-Muntaqaa min Fataawa al-Fauzaan Juz 1 Hal 184)

fatwa-online

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Matikan Bid'ah, Maulid Nabi
10 comments on “Berurusan dengan Seseorang (Ahlul Bid’ah) yang Berupaya Merayakan Maulid Nabi Shallallahu’alaihi wasallam
  1. mastur songenep mengatakan:

    Bagi saya Maulid Nabi harus diperingati, terlepas dari kata Bid’ah/ Tidak, pembaca jangan ter jebak disitu, hari-hari besar tokoh Indonesia juga diperingati kok, setiap tgl kelahiran saya diperingati dan banyak teman-teman saya yang ikut memperingati, apalagi tokoh panutan kita sosok yang tidak hanya manusia yang mengakui kebesarannya, maka kita harus memperingatinya.

    HAPPY MUHAMMAD BIRTHDAY

  2. […] Berurusan dengan Seseorang (Ahlul Bid’ah) yang Berupaya Merayakan Maulid Nabi Shallallahu’alaihi… […]

  3. nabi sendiri juga memperingatinya,,malahan tiap minggu,,setiap hari senin beliau puasa tidak lain tidak bukan mnurut penuturannya adalah memperingati hari lahir beliau sendiri

  4. kalender islam juga bid’ah,,kenapa kamu pake?

  5. abu abdirrahman sutarno mengatakan:

    klo puasa senin kamis dianggap sbg dalil maulid, bandingkan dg perayaan maulid yg dilakukan kaum muslimin saat ini. Mereka memperingatinya 1 thn skali, tdk tiap pekan. Dilakukan dg cara mkn minum bkn berpuasa.
    Jauh panggang dr api

  6. andri mualaf mengatakan:

    Saya belum banyak tahu tentang islam karena saya mualaf, pertama saya tertarik islam karena setelah membaca biografi rosululloh yang begitu luar biasa mengayomi seluruh umat manusia tanpa memandang golongan, agama ataupun warna kulit tapi setelah saya membaca tulisan diatas benak saya berfikir sesama saudara islam kok menyudutkan yang lain bahkan menghukumi saudaranya masuk neraka, bukankah rosululloh mengislamkan orang kafir tapi tulisan diatas seolah olah bisa dimaknai mengkafirkan orang islam.
    Negara2 islam di timur tengah, mereka sekarang sedang perang saudara saling membunuh seperti binatang yang kelaparan, seolah2 tidak ada ajaran akhlak budi pekerti yang ditinggalkan oleh rosululloh, padahal mereka banyak ahli ilmu, ahli hadist bahkan ahli al-qur’an, tapi apa artinya tanpa adanya akhlak budi pekerti, dengan dalih mencari kebenaran tapi merasa paling benar, bukankah yang paling benar dan haq adalah tuhan, lantas mengapa mereka suka mencari kebenaran2 bukannya mencari tuhan, bukankan manusia diutus kebumi untuk bermakrifat (sibuk dengan tuhannya) ”Sesungguhnya tiada kuciptakan jin, manusia melainkan untuk beribadah (bermakrifat)kepadaKu”.
    Kalau semua orang sibuk dengan tuhannya maka saya yakin tidak akan orang berfikir untuk mencari celah orang lain tetapi lebih pada sibuk mencari celah diri sendiri.
    Terakhir saya sampaikan kepada bapak2 yang terhormat yang pandai dalam agama, ahli ilmu, hadist, dan ahli al-qur’an ”Kalaupun seandainya Rosululloh mengajarkan kepada kita agar saling menghina, merendahkan, ataupun menghujat sesama saudara seagama, maka saya tegaskan bahwa saya tidak akan masuk islam” saya masuk islam karena saya terpesona dengan ajaran rosululloh yang penuh akhlak budi pekerti tanpa merendahkan umat manusia

  7. alfalink mengatakan:

    saya heran dengan golongan yang selalu mengklaim amalan2 syiar baik itu bid’ah…. kayak paling mantaf aja ibadahnya, saya melihat mereka itu bukan cari ridho tp cari akal-akalan jalan pintas aja, sukanya ibadah yang praktis2 aja. jangan salah yaaa… bid’ah itu artinya segala sesuatu yang tidak pernah dilakukan nabi. but yg dilarang itu adalah bidah dhalalah (jelek), kalau bid’ah hasanah ( baik)itu ya sah2 saja. bid’ah jelek misalnya menambah bacaan lain dalam shalat atau gerakan shalat itu jelas bid’ah yang haram, soal bid’ah hasana yg tujuannya positif ya boleh dong…..

    kalau mengaggap bid’ah itu semua salah , maka mengguna internet bagi dia haram dong dg alasan nabi ga pernah internetan…., emang dia sanggup hidup terisolir dari perkembangan jaman, suruh aja balik ke jaman sebelum masehi.

  8. wong awwam mengatakan:

    bismillah
    memang saat ini banyak sekali informasi yang berkembang tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.. insyaa allah jk kita benar2 ingin tau dan antusias mencari kebenaran dari para ahlinya (yakni ulama yang aqidahnya lurus dan kokoh di atas jalan NabiNya) dan terus bersemangat mencari ilmu insyaa allaah akan terang semua kabut yg tertutupi alam fikiran kita. adapun mengenai maulid nabi.. bisa dibuka sejarah asal mula adanya maulid nabi. yang akarnya itu dimunculkan oleh golongan syi’ah (tentang kesesatan syiah bs diakses di http://haulasyiah.wordpress.com.
    dari ‘aisyah radhiyallahu’anhu rosulullah shallallahu’alayhi wa sallam bersabda “barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak aku contohkan maka malannya tertolak”
    islam ini telah sempurna ketika nabi shallallahu’alayi wa sallam wafat.

    @andri mualaf
    memang benar islam diliputi akhlaq mulia spt akhlaq kpd allah, kpd malaikat, kpd NabiNya, kpd sesama makhluq dll.. akan tetapi semua itu diabangun di atas ilmu yang shahih. menimbang segala sesuatu dg ilmu.. jk kita melihat bgm akhlaq rosulullah..maaasyaa allaah akan tetapi nabi cukup tegas jk itu berhadapandengan kemungkaran,kemaksiatan ketika hak2 Allah dirusak.. wallahua’alam

    hendaknyalah kita lebih semangat untuk mempelajari agama ini agar dengannya kita lebih mengenal agama mulia ini dengan hati yang ikhlas dan jujur di atas keimanan

    yassarallahu

  9. wong awwam mengatakan:

    @alfalink
    ukuran sebuah amalan itu bukanlah baik atau tdknya akan tetapi benar kah sesuai syaria’t yg dituntunkan nabiNya shallallahu’alayhi wa sallam ataukah tdk. jika tolak ukur amalan itu adalah baik..mk orang kafir yg berperilaku baik pun akan kita anggap sebagai seorang yg benar. dan akan muncul anggapan bahwa semua agama itu baik (kan sama2 menuju 1 tujuan ” ini adalah syubhat dr kaum kuffar dan ahlul bid’ah ).. allah menurunkan al qur’an melalui lisan RosulNya dan hadits yg mmenjelaskan sec rinci ttg syari’at mulia ini.. islam itu mudahh tapi tdk dimudah2kn sesuai dg hawa nafsu dan akal kita yg sgt terbatas ini. mudah2n sama2 lebih semangat lg dlm menuntut ‘ilm syar’i. wallahua’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image