Kapan Seseorang Dianggap Sebagai Sunniy Salafy dan Kapan Dianggap Telah Keluar Darinya

Al Ustadz Ja’far Shalih

1- Syaikhul Islam berkata dalam Al Majmu’ (3/346):
“Barangsiapa mengambil Al Quran dan As Sunnah dan Ijma’ (sebagai landasan agamanya) maka ia termasuk Ahlussunnah Wal Jama’ah.”

2- Dan pada Majmu’ (10/383-384) Syaikhul Islam berkata:
“Dan tidak seorang pun dari imam-imam kecuali dia memiliki perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa diikuti, sekaligus juga tidak dicela.
Adapun perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang belum dipastikan penyelisihannya terhadap Al Quran dan As Sunnah, bahkan ia termasuk ke dalam ranah ijtihad yang menjadi medan perselisihan ahli ilmu dan iman, perkara-perkara ini bisa jadi bersifat qath’i (pasti) bagi pihak yang telah Allah tampakkan kebenaran kepadanya, akan tetapi tidak boleh ia mengharuskan orang lain (ilzam) dengan apa yang telah tampak bagi dia dan belum jelas bagi pihak lain.”

3- Dan pada Majmu’ (4/193) Syaikhul Islam berkata:
“Dan bid’ah yang menjadikan seseorang dicap sebagai ahlul ahwa’ adalah bid’ah yang popular di kalangan ulama sunnah penyelisihannya terhadap Al Quran dan As Sunnah seperti bid’ah Khawarij, Rafidhah, Qadariyah dan Murjiah.”

4- Adz-Dzahabi berkata dalam Siyar (19/327):
“Masih saja para ulama berselisih dimana seorang alim berbicara tentang alim lainnya atas dasar ijtihad dia. Dan semua mereka diuzur dan berpahala. Tapi barangsiapa membangkang dan menyelisihi ijma’ maka dia berdosa dan kepada Allah lah kembali segala perkara.”

5- Ayahanda kami Al Wadi’iy rahimahullah berkata dalam Tuhfatul Mujib (111):
“Adapun kapan seseorang keluar dari manhaj salafusshalih yaitu ketika ia terjatuh kepada bid’ah, dan apabila ia keluar dari manhaj salaf apakah kepada tasawwuf atau syi’ah atau mengadakan maulid-maulid atau membenarkan undang-undang buatan atau memiliki loyalitas sempit seperti para hizbi yang berwala’ dengan wala’ yang sempit, cinta karena kelompok dan benci karena kelompok.”

6- Maka jelaslah dari perkataan ulama bahwa sunni adalah orang yang dikenal mengikuti pokok-pokok yang jelas: Al Qur’an dan As Sunnah dan ajaran salaf. Dan yang dimaksud mengikuti disini adalah mengikuti lahir dan batin dan bersifat menyeluruh serta berloyal kepada siapa pun yang mengambil pokok-pokok ini dan berpegang dengannya.

Dan seseorang dianggap mubtadi’ disebabkan perselisihannya terhadap ketiga pokok-pokok ini apakah penyelisihannya menyeluruh seperti orang yang murtad dari islam atau penyelisihan terhadap sebagian dari perkara-perkara yang dimaklumi dari islam kemudian dia membenci dan memusuhi karenanya.

Syaikhul Islam berkata dalam Majmu’ (6/338):
“Oleh karena itu di antara syi’ar ahlul bid’ah adalah mengada-ngadakan ucapan dan perbuatan serta mengilzam (mengharuskan) manusia mengikutinya dan memaksa mereka kepadanya. Lalu membangun kecintaan di atasnya dan permusuhan bagi yang meninggalkannya. Persis seperti Khawarij yang mengada-adakan pendapat tertentu kemudian mengharuskan orang lain mengikutinya lalu membangun cinta dan benci diatasnya. Dan seperti Rafidhah yang mengada-adakan pendapat tertentu kemudian mengharuskan orang lain mengikutinya lalu membangun cinta dan benci diatasnya.”

7- Maka berdasarkan apa yang telah dijelaskan seorang sunni tidak dianggap mubtadi’ disebabkan bergampang-gampang dalam pelaksanaan sebagian sunnah, begitu pula tidak dianggap mubtadi’ disebabkan adanya dia bersama firqah-firqah atau kelompok untuk perkara duniawi sambil tetap mencintai ahlussunnah dan berakidah dengan akidah mereka (ahlussunnah).

Dan tidak pula ia menjadi mubtadi’ atau hizbi disebabkan pembelaannya terhadap seorang syaikh dari syaikh-syaikh ahlussunnah. Adapun apabila pembelaannya sampai kepada tingkat fanatik terhadap kesalahan maka ia dicela karena perkara ini. Dan tidak menjadi hizbi selagi ia menerima nasihat terlebih lagi dari ulama sunnah.

(Diterjemahkan dengan ringkasan oleh Al Ustadz Ja’far Shalih dari kitab Al Ibanah karya Asy-Syaikh Muhammad Al Imam, Hal 35-37)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Manhaj As Salafus Shalih
5 comments on “Kapan Seseorang Dianggap Sebagai Sunniy Salafy dan Kapan Dianggap Telah Keluar Darinya
  1. abu sufyan mengatakan:

    Bismillah,
    Bilamana seoarng ikhwah/ustadz yang kita kenal bermanhaj salafy teracuni manhajnya karena berteman, bermajelis dan berguru kepada ahlul bid’ah wal ahwa’ seperti dari kalangan surury, ihya at turots dan sejenis mereka, apakah orang ini masih bisa kita jadikan teman atau diambil ilmunya?
    Baarakallahu fiik

    Dalam hal pertemanan diniyyah, tidak selayaknya kita berteman akrab dengan saudara kita yang seperti itu, namun tetap menjaga muamalah dengan mereka dengan muamalah yang baik seperti bertegur sapa, senyum, sebarkan salam dan selainnya. Tinggalkan persahabatan akrab dengan mereka dan anggap mereka pertemamanan yang biasa saja, tidak banyak bergaul dengan mereka dan tidak sering duduk dengan mereka. Biasa saja. Na’am.

  2. Ibnuyazid mengatakan:

    Lalu apakah setiap individu boleh saling mentakfir sbg konsekuensi syahadat spt kaum khawarij yg bermudahan mengkafirkan kemudian bom sana sini??? Allohu musta’an.

  3. abu vikra mengatakan:

    @muwahid
    sy.mo tax menurut pendapat anda presiden,anggota dewan dan orang yg memilih mereka serta seluruh aparat pemerintah itu masih muslim atw tidak?.

  4. abu vikra mengatakan:

    anda tahu banyak tentang dalil2 dr Alquran dn sunnah serta perkataan ulama tp apa maksudnya sesuai dgn apa yg tersirat dr kata2 saudara..? atau hanya sesuai dgn hawa nafsumu. takfir adalah perkara yg sangat besar dan mengakibatkn konsekuensi yg luar biasa, apa bisa dikatakan kafir kpd org islam yg berkata atau berbuat kekufuran krn ketidaktahuan serta keterbatasan pemahaman mereka akan hal tsb krn belum smp ilmu dn hikmah pada dirinya ssbgmana apa pantas disebut ahlul bidah bg org yg blm smp dengan jelas ilmu dan keilmuannya akan perkara tsb?. bgmna pula ttg larangan Rasulullah alaihishalatu wassalam akan larangan membunuh musuh dlm perang yg mengucapkan kalimat tauhid, apa anda tdk tahu ayat yg menyuruh kita berdakwah dgn hikmah dn cara yg baik atau anda hanya mengambil dalil apa yg sesuai dgn hawa nafsu anda. bgmana mungkin kita berdakwah kepada jalan Allah hanya dgn kata2 ini kafir, fulan kafir .semua itu hax hawa nafsu anda yg doyan mencap kafir dn taghut dgn menganalogikannya sm dgn seluruh org2 di pemerintahan.

  5. abu vikra mengatakan:

    tdk diragukan lg bhw dakwah ini dilandasi dgn kalimat tauhid. seperti biasanya anda.hx mengambil.dalil dr alquran dn sunnah serta perkataan para ulama yg sesuai dan menguatkan pendapat saudara tanpa menukil perkataan ulama lainnya yg bertentangan dgn pemahaman anda. cobalah saudara baca kiyab muallafah syeikh 5/25 syekh muhammad dan dururus saniyah 66. yg scr jelas memberi penjelasan mngenai pendapat syeikh muhammad abdul wahab ttg masalah takfir yg sangat jauh dari pemahaman anda.
    Dan tidaklah kami mengkafirkan seseorang krn kebodohan, kecuali tlh datang kpdx kebenaran (imam syafii thobaqot hanabilah).
    baca jg dgn lengkap kitab jawabi lil ba’dil fudlola syekh abdul azis bin royyis.
    belajarlah dl yg baxk ttg manhaj salaf melalui ulama yg betul2 bermanhaj salaf dan jgn hy menyibukkan diri dlm masalah takfir. wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image