Di Antara Adab Pergaulan adalah Akhlak yang Baik

Asy Syaikh Abul Barakat al-Ghazzi

AKHLAK YANG MULIA

Berakhlaklah yang baik terhadap saudara, tetangga, dan sahabatmu. Karena hal itu meneladani Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam dalam sebuah hadits,

“Beliau ditanya, ‘Apa yang lebih baik diberikan kepada seseorang?’ Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menjawb, ‘Akhlak yang baik’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2789, Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

MENUTUPI AIB

Termasuk adab pergaulan adalah Menutupi Aib. Hendaknya engkau menutupi aib sahabat dan saudaramu.

Berkata Ibnu Mazin, “Seorang Mukmin itu mencari udzur (persangkaan baik) saudaranya. Sedangkan seorang munafik mencari-cari kesalahan saudaranya.”

Berkata Hamdun Al Qashar, “Apabila salah seorang saudaramu tergelincir dalam kesalahan, maka carilah untuknya udzur yang memungkinkan ia melakukan hal tersebut. Apabila engkau tidak menerima udzurnya maka engkaulah yang pantas mendapatkan aib.”

PILIHLAH SAHABAT DAN TEMAN YANG BAIK

Termasuk adab pergaulan adalah engkau bergaul dengan orang yang baik agamanya dan amanah (terpercaya), baik yang nampak maupun yang tersembunyi (akhlaknya bagus dan aqidahnya bersih)

Allah Subhanahu wataala berfirman,

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,” (Al Mujaadilah: 22)

Rincian bergaul dengan orang lain:

1. Terhadap orang yang lebih tua, terhadap masyayikh, dan ulama: Yakni dengan Menghormatinya, membantunya, dan meringankan kesulitannya.

2. Terhadap orang yang sebaya, teman, dan sahabat: Yakni dengan nasihat yang tulus, adil, dan saling mencocoki (seiya sekata) selama bukan dalam perkara dosa dan maksiat.

3. Terhadap orang yang lebih muda dan anak-anak: Yakni dengan memberi bimbingan, adab, membawa mereka dengan apa yang diwajibkan ilmu, adab yang dituntunkan as sunnah, juga adab-adab bathin, dan menunjukkan kepada mereka dengan perkara lain yang bisa memperbagus adab.

Maka wajib bagi seorang Mukmin untuk menjauhi teman-teman yang hanya mencari kehidupan dunia, karena mereka akan mengarahkanmu kepada pertemanan penghamba dunia dan cinta dunia. Jika ini terjadi maka akan mencegahnya dari keselamatan dan bisa merusak persahabatan. Bersemangatlah untuk menjalin pertemanan dengan ahlul khoir (orang-orang baik) dan para pencari akhirat.

Oleh karena itu berkata Dzunnun ketika ada yang meminta wasiat kepadanya, “Hendaknya engkau menjalin persahabatan dengan orang yang nampaknya selamat dari cinta dunia, yang keilmuannya bisa menolongmu kepada kebaikan, dan yang mengingatkanmu kepada Allah Subhanahu wata’ala.

(Dinukil Dari Kitab Adabul ‘Isyrah wa Dzikru ash-Shuhbah wal Ukhuwwah, Penulis Asy Syaikh Abul Barakat al-Ghazzi)

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Adabul 'Isyrah, Akhlak Salaf, Potret Keluarga, Urgensi Dakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image