Larangan Memberi Nama atau Gelar Raja Diraja, King Of The King, Atau yang Semisalnya Kepada Seseorang

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَخْنَعَ اسمٍ عِنْدَ الله رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأمْلاكِ، لَا مَالِكَ إِلَّا الله – قال سفيان : مِثل شَاهَانْ شَاهْ – وفي رواية : أَغيظُ رَجُلٍ عَلَى الله يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَخْبَثُهُ

“Sesungguhnya nama (gelar) yang paling hina di sisi Allah Subhanahu wata’ala adalah seseorang yang dinamakan atau digelari Raja Diraja, padahal tiada raja yang memiliki kekuasaan mutlak kecuali Allah Subhanahu wata’ala.” (Riwayat Bukhari (Fath 10/6206) dalam Al Adab, dan Muslim (2143) dalam Al Adab)

Sufyan bin Uyainah mengemukakan contoh dengan berkata, “Seperti nama atau gelar Syahan Syah.”

Dan dalam riwayat yang lain dikatakan : “Dia adalah orang yang paling dimurkai di sisi Allah Subhanahu wata’ala pada hari kiamat dan yang paling buruknya.” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya 2/315)

Penjelasan per-kata

Nama (gelar) yang paling hina: Yakni yang paling rendah dan hina.

Dinamakan atau digelari Raja Diraja: Dia dipanggil dengan nama itu dan dia meridhainya (mau dipanggil dengan nama itu).

Raja: Penguasa yang mengendalikan sesuatu dengan perbuatannya dan perintahnya.

Syahan Syah: Yakni nama atau gelar dari Persia yang artinya juga Raja Diraja

Penjelasan global

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan dalam Hadits ini bahwasanya nama atau gelar yang paling buruk, paling rendah, dan paling hina adalah sesiapa yang menamai atau menggelari dengan panggilan Raja Diraja atau yang semacamnya dan orang itu meridhainya (mau dipanggil dengan nama itu). Hal itu dikarenakan dia meninggikan dengan ketinggian yang sulit dicapai dan mendudukkan dirinya dengan kedudukan Rabb Azza wajalla, dan dia mencoba menyamai kerajaan-Nya secara mutlak. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya tiada penguasa di alam semesta ini dan apa-apa yang ada di dalamnya yang merajai dan memiliki kerajaan kecuali Allah Azza wajalla.

Selain itu hadits ini juga mengandung pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang hendak memberi nama-nama atau gelar-gelar kepada seseorang yang dianggap memiliki kedudukan atau yang semacamnya untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya sehingga tidak menimpa mereka ancaman dari hadits ini berupa kehinaan dan kerendahan yang telah menimpa orang yang telah memberi nama atau gelar dan yang diberi nama atau digelari dengan Raja Diraja. Wallahul Musta’an.

Faidah Hadits ini

1. Haramnya memberi nama atau gelar Raja Diraja dan setiap penamaan yang paling tinggi dari keagungan, seperti gelar Syahan Syah di Persia, Hakimnya para Hakim, dan semacamnya.

2. Wajibnya beradab, dengan meninggalkan lafazh yang mengandung makna yang rendah di sisi Allah Azza wajalla

Keterkaitan hadits dengan Tauhid

Celaan dari Hadits ini memberi nama atau gelar Raja Diraja dan yang semacamnya karena hal itu merupakan syirik dalam perkara Rububiyah.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image