Sayang Sekali Jika Melakukan Amal Shalih Dengan Mengharap Balasannya di Dunia

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ. أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Huud: 15-16)

Penjelasan per-kata

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya: Yakni sesiapa yang menginginkan dengan amal shalihnya itu manfaat duniawi, seperti orang yang berjihad dengan tujuan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang).

Niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna: Kami balas atas amalan mereka di dunia yaitu dengan memberikan mereka kesehatan, keluasan rejeki, dan yang selain daripada itu.

Tidak akan dirugikan: Yakni tidak dikurangi sedikitpun pahala mereka dan sesungguhnya Allah Azza wajalla balas mereka dengannya di dunia bagi siapa yang dikehendaki.

Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia: Yakni dan amalan mereka lenyap, tidak berhak atasnya ganjaran di akhirat karena mereka telah diberikan ganjarannya di dunia.
Dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan: Yakni dan amalan mereka bathil dari asalnya dikarenakan tidak dimaksudkan dengannya wajah Allah Azza wajalla, dan amalan mereka sia-sia tidak ada ganjaran baginya (di akhirat).

Penjelasan global

Allah Azza wajalla mengabarkan dalam 2 ayat ini bahwasanya sesiapa yang lemah himmahnya (semangatnya untuk akhirat) dan pendek pandangannya dan yang menginginkan pahala atau balasan duniawi atas amalan-amalan shalih mereka, maka Allah Subhanahu wata’ala memberikan balasan tersebut di dalam kehidupannya. Akan tetapi, dia akan merugi di hari kiamat nanti ketika ia sangat membutuhkan balasan amal ibadahnya itu, bahkan dengan perbuatannya itu dia telah menjerumuskan dirinya ke neraka. Sebab balasan dari amalan shalihnya telah dia rasakan di dunia. Maka telah terhapus dan hilang (balasan amalnya) serta tidak dapat menjadi sebab untuk menyelamatkannya (di akhirat).

Faidah ayat ini

1. Bahwasanya Allah Jalla wa’ala sungguh telah memberi ganjaran kepada orang kafir di dunia atas amalan baiknya dan inilah pencari dunia, maka bersamanya tidak ada sedikitpun di akhirat dari ganjaran amalannya.
2. Bahwasanya syirik (memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah Ta’ala) menjadikan amalannya sia-sia.
3. Mencari dunia dengan melakukan amalan akhirat adalah bathil.
4. Setiap amalan yang tidak dimaksudkan dengannya wajah Allah Azza wajalla, maka amalan itu bathil.

Tambahan kesimpulan

Mencari dunia dengan amalan akhirat terbagi menjadi tiga jenis:

Pertama, melakukan amalan kebaikan dengan ikhlas untuk mencari wajah Allah, di balik itu dia juga mengharapkan agar Allah memberikan balasan di dunia dengan amalan-amalan, seperti orang yang bersedekah tujuannya agar Allah menjaga hartanya. Maka jenis ini termasuk ketegori haram.

Kedua, melakukan amalan kebaikan karena riya dan sum’ah kepada manusia, maka ini adalah syirik kepada Allah Azza wajalla.

Ketiga, melakukan amalan kebaikan semata-mata untuk mendapatkan materi dari manusia, seperti orang yang menunaikan ibadah haji agar memperoleh harta dari para jama’ah haji, bukan karena Allah; atau orang yang sifatnya agamis dan shalih agar dapat jabatan dalam agama, bukan karena Allah. Maka jenis ini termasuk syirik karena bukan untuk mencari wajah Allah Azza wajalla.

Adapun orang yang dengan amalannya menginginkan wajah Allah Azza wajalla tetapi dia mendapatkan sesuatu dari dunia dan dia mengambilnya maka ini tidak termasuk ketiga jenis tadi. Dan tidak berkurang pahalanya karena apa yang dia ambil dari dunia seperti orang yang berjihad karena Allah dan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang).

(Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi)

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image