Ancaman Kekafiran bagi Orang yang Mengolok-Olok Syariat Islam, Ayat al-Quran, dan Rasul-Nya (Bagian 2)

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Bagian 2

Dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam, dan Qatadah Radhiallahu’anhum dalam sebuah hadits yang saling mendukung,

Bahwasanya tatkala kaum muslimin pergi menuju perang Tabuk, seseorang berkata, “Kami tidak melihat ada yang lebih rakus, lebih dusta, dan penakut seperti para pembaca Qur’an kita itu.”
Maka ‘Auf bin Malik menanggapinya: “Kamu dusta, bahkan kamu adalah munafik. Saya benar-benar akan sampaikan kepada Rasulullah.”
Maka berita itu sampai kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan turunlah ayat Al Qur’an kepada beliau. Abdullah bin Umar mengatakan: “Saya melihat orang itu bergantung dengan tali unta Rasulullah dan kakinya tersandung-sandung batu sambil mengatakan: “Wahai Rasulullah kami hanya main-main.”
Namun Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam terus mengatakan (menyampaikan firman Allah Azza wajalla):

أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, Rasul-Nya kalian memperolok-olok? Jangan kalian cari udzur, kalian telah kafir setelah iman kalian” (At Taubah: 65-66) [Hasan, HR Ibnu Abi Hatim dan Ath Thabari dan dihasankan oleh Asy Syaikh Muqbil dalam Shahihul Musnad min Asbabin Nuzul, 108]

Penjelasan per-kata

Para pembaca Qur’an kita: Yakni sekumpulan orang yang membaca al-Quran dan mengetahui makna serta kandungan dari al-Quran. Dan yang dimaukan oleh mereka adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan para shahabat Radhiallahu’anhum.

Kami tidak melihat ada yang lebih rakus: Yakni yang gendut perutnya dan banyak makan.

Munaafiq: Yakni seorang yang menampakkan keislaman seraya menyembunyikan kekafiran.

Penjelasan global

Abdullah bin Umar dan para shahabat yang meriwayatkan hadits ini mengabarkan kepada kita bahwa seorang munafiq dalam peristiwa perang Tabuk mengeluarkan ucapan yang mencela dan memperolok-olok Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan para shahabat Radhiallahu’anhum sebagai tukang makan, pembohong, dan penakut. Maka ‘Auf bin Malik yang beliau adalah seorang shahabat yang benar keimanannya marah mendengar ucapan ini dan mengingkari kedustaan orang ini sebagai seorang munaafiq seraya hendak mengadukannya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Akan tetapi wahyu Allah Azza wajalla mendahuluinya. Turunnya ayat 65-66 dalam surat At Taubah berkenaan dengan kisah tersebut dan menyingkap keadaan mereka dan melaknat mereka dengan kekafiran. Kemudian datanglah orang munafiq tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan mengemukakan udzur yang bathil, namun Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengacuhkannya dan tidak menoleh kepadanya dan tetap berjalan seraya menjawabnya dengan ayat 65-66 dalam surat At Taubah yang turun karena sebab kejadian ini dan yang semisalnya.

Faidah Ayat ini

1. Orang-orang munafiq membahayakan Islam dan pemeluknya.
2. Mengolok-olok syariat Islam dan mencela pemeluknya merupakan salah satu ciri nifaq i’tiqadiy, yakni nifaq yang bisa mengeluarkan seseorang dari keislaman.
3. Marah karena Allah ketika Islam dilecehkan.
4. Wajibnya menyerahkan kepada pihak yang berwenang dalam mengingkari kemungkaran.
5. ‘Auf bin Malik sebagai contoh seorang shahabat yang benar keimanannya.
6. Senantiasa khawatir jika pada diri kita telah nampak sebagian dari ciri munafiq.
7. Penetapan mu’jizat Nabi Shallallahu’alaihi wasallam tatkala diturunkannya wahyu tentang peristiwa ini sebelum shahabat ‘Auf bin Malik datang dan sebelum orang-orang munafiq itu mengemukakan udzur.
8. Wajibnya bersikap keras terhadap orang-orang yang mengolok-olok syariat Islam dan mencela pemeluknya.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image