Menyandarkan Kenikmatan dan Karunia Hanya kepada Allah Azza wajalla

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ رَحْمَةً مِنَّا مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ هَذَا لِي وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُجِعْتُ إِلَى رَبِّي إِنَّ لِي عِنْدَهُ لَلْحُسْنَى فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِمَا عَمِلُوا وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

“Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: “Ini adalah dariku (hakku), dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan tegak. Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya”. Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.” (Fushshilat: 50)

Penjelasan per-kata

Rahmat: Yakni Kami berikan kepadanya kebaikan, kesehatan, dan kecukupan.

Ditimpa kesusahan: Yakni kepedihan, penyakit, dan kefakiran.

Ini adalah dariku: Yakni dia merasa berhak mendapatkan ridha-Nya dengan amalnya sesudah dia ditimpa kesusahan.

Dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan tegak: Yakni aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan ditegakkan sebagaimana yang dikabarkan oleh para nabi ‘Alaihissalam.

Jika aku dikembalikan kepada Rabbku: Yakni jika aku dibangkitkan.

Sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya: Yakni Dia akan memuliakanku di akhirat sebagaimana Dia memuliakanku di dunia.

Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan: Yakni Kami akan mengkabarkan kepada mereka di hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.

Adzab yang keras: Yakni adzab yang pedih.

Penjelasan global

Allah Subhanahu wata’ala mengkabarkan kepada kita dalam ayat ini bahwasanya orang-orang kafir itu atau orang yang ragu dalam keimanan apabila mereka diberi karunia berupa sehat wal’afiyat dan kecukupan sesudah dia ditimpa penyakit dan kefakiran, niscaya mereka tidak akan bersyukur kepada Allah Azza wajalla atas karunia itu dikarenakan mereka merasa berhak untuk mendapatkannya.

Kemudian Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa hal itu disebabkan keraguan iman mereka terhadap qiyam as-sa’ah (hari kiamat) dan kejadian setelahnya seperti dibangkitkannya manusia dan dikumpulkannya manusia di padang mahsyar. Karena kebodohan dan sangkaan ngawur orang-orang kafir itu dan orang yang ragu dalam keimanan bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan di sisi Allah Azza wajalla pada hari kiamat, itu pun jika memang hari kiamat itu benar.

Kemudian Allah Subhanahu wata’ala mengancam bahwa kelak amalan mereka sia-sia dan akan memberikan catatannya di hari kiamat dan akan membalasnya dengan adzab yang pedih.

Faidah Ayat ini

1. Bahwa kebaikan (karunia) dan keburukan (ujian) telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.
2. Wajibnya mensyukuri nikmat (karunia).
3. Penetapan adanya hari kiamat.
4. Ragu terhadap hari kiamat sama dengan mengingkarinya.
5. Iman kepada Allah Subhanahu wata’ala tidak cukup hanya dengan beriman kepada hari kiamat.
6. Penetapan adanya hari pembalasan dari yaumul hisab (hari perhitungan)

Kaitannya ayat ini dengan tauhid

Ayat ini sebagai dalil haramnya menyandarkan kenikmatan kepada selain Allah Subhanahu wata’ala karena hal itu syirik dalam perkara rububiyah.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image