Barangsiapa yang Meninggal di Atas Tauhid Dijamin Masuk Surga

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Dari ‘Ubadah bin Shamit Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ الله الجَنَّةُ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

“Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah saja dan tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari pada-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah Subhanahu wata’ala pasti memasukkanya ke dalam surga betapapun amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Penjelasan per-kata

Syahadat Laa Ilaaha Illallah (tidak ada Tuhan selain Allah): Yakni bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Ia mengetahui maknanya dan merealisasikan dengan amalannya.

Syahadat Muhammadan Rasulullah (Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya): Yakni bersaksi terhadap kerasulan dan kenabian Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, membenarkan apa-apa yang dikabarkannya, taat terhadap apa-apa yang diperintahkannya, menjauhi apa-apa yang dilarang dan diperingatkan darinya, dan bahwasanya tidak boleh beribadah kepada Allah Azza wajalla melainkan dengan syariat yang dibawa olehnya. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam adalah hamba-Nya maka tidak memiliki sifat uluhiyah dan rububiyah (tidak boleh disembah dan tidak memiliki sifat ketuhanan)
Bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya: Yakni Beliau ‘Alaihis salam bukanlah anak Allah sebagaimana anggapan orang Nasrani. Beliau ‘Alaihis salam adalah rasul yang diutus kepada Bani Israil, beliau merupakan salah satu Ulul Azmi dari para rasul.

Dan kalimat-Nya: Yakni penciptaan Isa ‘Alaihis Salam dengan ucapan “Kun” maka jadilah dia.

Serta Ruh dari pada-Nya: Yakni dari ruh yang diciptakan oleh Allah Ta’ala yang ditiupkan.

Surga itu benar adanya: Yakni janji Allah Subhanahu wata’ala kepada orang beriman dengan surga adalah pasti dan tiada keraguan padanya.

Neraka juga benar adanya: Yakni janji Allah Subhanahu wata’ala kepada orang kafir dengan neraka adalah pasti dan tiada keraguan padanya.

Penjelasan global

Hadits ini mengabarkan kepada kita bahwasanya barangsiapa yang mengucapkan kalimat tauhid, mengetahui maknanya, merealisasikan dengan amalan, mengikrarkan bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam adalah hamba dan Rasul-Nya, mengetahui bahwa Isa ‘Alaihis salam adalah hamba dan Rasul-Nya yang diciptakan dengan kalimat-Nya “Kun” yang ditiupkan kepada Maryam, dan berlepas diri dari anggapan orang Nashrani bahwa Isa anak Allah, dan berlepas diri dari anggapan orang Yahudi yang menuduh Maryam berzina, meyakini penetapan surga bagi orang beriman dan penetapan neraka bagi orang kafir, jika meninggal dalam keyakinan ini semua maka Allah Subhanahu wata’ala pasti memasukkanya ke dalam surga, betapapun amal yang telah diperbuatnya.

Faidah hadits ini

1. Inilah dua kalimat syahadat yang merupakan ushul ad diin (pokok agama Islam)
2. Tidak sah dua kalimat syahadat melainkan dengan mengetahui makna dua kalimat syahadat dan merealisasikan keduanya dengan amalan.
3. Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ini adalah bantahan bagi orang yang ifrath (berlebih-lebihan dalam menyanjung Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahkan mendudukkannya ke derajat ketuhanan) dan bantahan bagi orang yang tafrith (meremehkan kedudukan beliau Shallallahu’alaihi wasallam bahkan tidak mengikuti sunnahnya)
4. Penetapan Isa ‘Alaihis Salam sebagai hamba-Nya dan rasul-Nya. Ini adalah bantahan bagi orang Nashrani yang beranggapan bahwa Isa adalah anak Allah.
5. Penetapan sifat al-Kalam bagi Allah Ta’ala (Allah Maha Berbicara).
6. Bahwasanya Isa ‘Alaihis Salam diciptakan dengan kalimat-Nya “Kun” yang ditiupkan kepada Maryam, tidak memiliki ayah. Ini adalah bantahan bagi orang Yahudi yang menuduh Maryam telah berbuat zina.
7. Penetapan hari pembalasan.
8. Penetapan surga dan neraka.
9. Bahwasanya kemaksiatan yang dilakukan ahlut tauhid (orang yang mentauhidkan Allah Azza wajalla dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya) tidak akan menjadikannya kekal di neraka.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image