Barangsiapa yang Wafat Dalam Keadaan Tidak Pernah Berbuat Syirik Dijamin Masuk Surga Meskipun Dosanya Sepenuh Bumi

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

قَالَ الله تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئَا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku (meninggal) dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula.” (Riwayat Tirmidzi no. 3540, Bab Keutamaan Taubat dan Istighfar, dia berkata hadits ini Hasan)

Anas bin Malik bernama Anas bin Malik bin Nadhr al-Anshary al-Khazrajy. Ia adalah pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam selama 20 tahun. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mendoakan untuknya semoga Allah Ta’ala memberkahi harta dan anak-anaknya. Anas bin Malik Radhiallahu’anhu wafat tahun 94H di Bashrah, Irak.

Penjelasan per-kata

Sepenuh bumi : Teramat banyak sepenuh bumi atau hampir sepenuh bumi.

Kesalahan: Yakni dosa-dosa.

Tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun: Yakni tidak berbuat syirik dengan berbagai bentuknya.

Penjelasan global

Allah Subhanahu wata’ala mengkabarkan kepada kita dalam hadits qudsi ini bahwasanya barangsiapa yang wafat dalam keadaan memurnikan tauhid dan meninggalkan seluruh jenis kesyirikan, maka sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala mengganti kesalahannnya dengan kebaikan meskipun dosa-dosanya sepenuh bumi atau hampir sepenuh bumi.

Faidah hadits ini

1. Penetapan sifat al-Qaul (Maha berfirman) bagi Allah Ta’ala yang sesuai dengan kesempurnaan-Nya.
2. Penjelasan luasnya keutamaan Allah Azza wajalla dan kasih sayang-Nya.
3. Wafat di atas tauhid yang murni sebagai syarat terampuninya dosa. Dalam perkara ini dirinci:
a. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan melakukan syirik besar (menyekutukan Allah Azza wajalla dengan sesuai) wajib baginya neraka.
b. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan tidak pernah melakukan syirik besar, namun dia melakukan sedikit syirik kecil (riya, sum’ah, ‘ujub), kebaikannya akan menghapus kesalahannya dan dia masuk surga.
c. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan tidak pernah melakukan syirik besar, namun dia melakukan syirik kecil, kesalahannya akan menghapus kebaikannya dan dia masuk neraka namun tidak kekal di dalamnya.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image