Merealisasikan Tauhid Dengan Sebenarnya Dapat Menyebabkan Masuk Surga Tanpa Hisab

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi

Merealisasikan tauhid dengan sebenar-benarnya adalah dengan 2 cara:
– Takhlishah (memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja)
– Tashfiyah (memurnikan amalan) dari noda-noda syirik, bid’ah, dan maksiat.

Allah Subhanahu wata’ala berfirm,

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).” (an-Nahl: 120)


Penjelasan per-kata

Ibrahim: Dialah nabi Ibrahim al-Khalil ‘Alaihis salam, salah satu Ulul Azmi dari para rasul.

Ummatan: imam yang dapat dijadikan teladan kepada kebaikan. Dinamakan ummatan karena senantiasa mengajak untuk meniti jalan kebaikan bersama dengan sedikitnya orang yang meniti jalan tersebut.

Qanitan: Tunduk patuh kepada Allah Azza wajalla dan senantiasa membiasakan ketaatan.

Hanif: Meninggalkan kesyirikan menuju ketauhidan.

Sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): Selamat dari kesyirikan, baik dalam perkataan, perbuatan, dan i’tiqad (keyakinan).

Penjelasan global

Allah Subhanahu wata’ala mengkabarkan kepada kita dalam ayat yang mulia ini bahwasanya rasul-Nya Ibrahim ‘Alaihis Salam adalah imam dalam agama, teladan dalam kebaikan, dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Rabbnya. Beliau ‘Alaihis Salam berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan dan menerima segala bentuk ketauhidan baik dalam perkataan, perbuatan, dan keyakinan.

Faidah ayat ini

1. Bahwasanya tauhid adalah Ushul al-Adyaan (pokok seluruh agama para nabi dan rasul).
2. Wajibnya meniti jejak nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dalam memurnikan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.
3. Hendaknya para da’i sadar bahwa dirinya sebagai qudwah (panutan) bagi orang lain.
4. Membiasakan ibadah adalah salah satu sifat para nabi.
5. Tidak sah tauhid seseorang kecuali dengan mengingkari kesyirikan.
6. Bantahan bagi kaum Quraisy jahiliyah yang beranggapan bahwa kesyirikan yang mereka lakukan berada di atas millah (jalan agama) nabi Ibrahim ‘Alaihis salam.

Keterkaitan ayat ini dengan bab Merealisasikan Tauhid dengan Sebenarnya Dapat Menyebabkan Masuk Surga Tanpa Hisab

Ayat yang mulia ini menunjukkan atas bahwasanya barangsiapa yang tersifati dengan empat sifat ini maka sungguh dia berhak masuk surga sebagaimana Ibrahim yang masuk surga tanpa hisab tanpa adzab.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Iklan

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image