Sabarlah Kamu dalam Menuntut Ilmu Syar’i

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Allah Subhanahu wata’ala telah menyebutkan kata “ash-shabr” dalam al-Quran lebih dari 90 kali. Dan Dia menyandingkannya dengan kata shalat dalam firman-Nya,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (al-Baqarah: 45)

Dan firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 153)

Dan firman-Nya,

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ. وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Huud: 114-115)

Dan firman-Nya,

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaahaa: 130)

Dan firman-Nya,

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالإبْكَارِ

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (al-Mukmin: 55)

Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menjadikan imaamah fii ad-diin (kepemimpinan dalam agama) sebagai buah dari kesabaran dan keyakinan berdasarkan firman-Nya,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah: 24)

Maka sesungguhnya agama ini seluruhnya adalah ilmu tentang al-haq (kebenaran) dan merealisasikan al-haq. Dan dalam merealisasikan al-haq itu mau tidak mau membutuhkan kesabaran.

Bahkan thalabul ilmi (menuntut ilmu) sendiri membutuhkan kesabaran, sebagaimana dikatakan Mu’adz bin Jabal Radhiallahu’anhu,

“Wajib bagi kalian untuk berbekal dengan ilmu, karena sesungguhnya thalabul ilmi karena Allah adalah ibadah, mengenalnya adalah rasa takut, mencarinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang-orang yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah, mudzakarah (mengulang-ulang dalam mempelajarinya) adalah tasbih. Dengan ilmu, Allah Subhanahu wata’ala dikenali dan disembah, dimuliakan, dan ditauhidkan. Dengan ilmu pula Allah Subhanahu wata’ala meninggikan derajat beberapa golongan serta menjadikan mereka para pemimpin dan imam bagi manusia yang dijadikan pedoman dan rujukan.”

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wata’ala menganggap proses menuntut ilmu merupakan bagian dari jihad. Dan dalam berjihad mau tidak mau seseorang harus bersabar.

Karena inilah Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr: 1-3)

Dan firman-Nya,

وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الأيْدِي وَالأبْصَارِ

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” (Shaad: 45)

Maka ilmu yang bermanfaat adalah dasar petunjuk, sedangkan merealisasikan al-haq adalah jalan yang lurus. Lawan dari petunjuk adalah kesesatan, sedangkan lawan dari jalan yang lurus adalah jalan yang menyimpang. Kesesatan adalah beramal tanpa ilmu, sedangkan penyimpangan adalah memperturutkan hawa nafsu.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.” (an-Najm: 1-2)

Maka tidaklah bisa meraih petunjuk melainkan dengan ilmu, dan tidaklah bisa meraih jalan yang lurus melainkan dengan kesabaran. Oleh karena itu Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu berkata,

“Ketahuilah, bahwasanya kesabaran bagian dari iman seperti kedudukan kepala bagi tubuh.” Kemudian beliau Radhiallahu’anhu meninggikan suaranya sembari berkata, “ketahuilah tidak ada keimanan bagi siapa yang tidak memiliki kesabaran!”

[Disalin dari kitab at-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fii al-A’maal al-Qalbiyyah, Penulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Edisi Indonesia Amalan-Amalan Hati dan Jenisnya, Penerjemah Abu Abdillah Salim Subaid, Penerbit Pustaka Ar Rayyan, halaman 72-75]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Ilmu dan Ulama, Renungan Salaf, Tuhfatul Iraqiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image