Inilah Jenis Harta Yang Wajib Ditunaikan Zakatnya

Majmu’ minal Ulama

Harta Apa Saja yang Wajib Ditunaikan Zakatnya
Wajib ditunaikan zakatnya untuk lima jenis harta:

1. Bahimatul an’am (hewan ternak): terdiri dari unta, sapi, dan kambing. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam,

مَا مِنْ صَاحِبِ إِبِلٍ وَلَا بَقَرٍ وَلَا غَنَمٍ لَا يُؤَدِّي زَكَاتَهَا إِلَّا جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْظَمَ مَا كَانَتْ وَأَسْمَنَهُ تَنْطَحُهُ بِقُرُونِهَا وَتَطَؤُهُ بِأَظْلَافِهَا كُلَّمَا نَفِدَتْ أُخْرَاهَا عَادَتْ عَلَيْهِ أُولَاهَا حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ

“Tidak seorang pun pemilik unta, pemilik sapi, dan pemilik kambing yang tidak membayar zakat ternaknya, melainkan pada hari kiamat kelak hewan-hewan ternaknya yang paling besar dan gemuk datang kepadanya menanduk dengan tanduknya dan menginjak-nginjak orang itu dengan kukunya. Setiap yang terakhir selesai menginjak-injaknya, yang pertama datang pula kembali. demikianlah siksa itu berlaku sehingga perkaranya diputuskan di antara manusia.” (Riwayat Muslim No. 1652 dari hadits Abu Hurairah Radhialahu’anhu)

2. An Naqd (simpanan): terdiri dari emas dan perak, demikian pula harta simpanan yang menempati posisi keduanya dari harta kekayaan pada hari ini, berdasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,” (At Taubah: 34)

Dan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ

“Siapa yang mempunyai emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, maka di hari kiamat akan dibuatkan untuknya seterika api yang dinyalakan di dalam neraka, lalu diseterikakan ke perut, dahi dan punggungnya. Setiap seterika itu dingin, maka akan dipanaskan kembali lalu diseterikakan pula padanya setiap hari -sehari setara lima puluh ribu tahun (di dunia)- hingga perkaranya diputuskan di antara hamba. “ (Riwayat Muslim No. 987 dari hadits Abu Hurairah Radhialahu’anhu)

3. Barang perniagaan (usaha dagang): terdiri dari barang-barang yang diperjual belikan sebagai usaha dan komoditas bisnis. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (Al Baqarah: 267)

Dan telah disebutkan oleh seluruh ahlul ilmi bahwasanya yang dimaukan dengan ayat ini adalah zakat perniagaan.

4. Biji-bijian dan buah-buahan: biji-bijian terdiri dari hinthoh (Gandum) dan sya’ir (satu jenis dari gandum yang orang katakan barley dan beras belanda). Sedangkan buah-buahan terdiri dari anggur dan korma. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ

“Dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Al Baqarah: 267)

Dan firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ

“Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (Al An’aam: 141)

Keumuman ayat diatas yang berkaitan dengan hasil bumi dari tanaman dan biji-bijian dikhususkan oleh hadits berikut ini :
Dari Abi Musa al Asy’ary dan Muadz bin Jabal, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus keduanya ke negeri yaman untuk mengajari manusia tentang agama mereka beliau bersabda : “Jangan kalian berdua mengambil shadaqah kecuali dari empat ini : sya’ir, hinthah, anggur kering dan korma.” (R. Hakim, Baihaqy dan Thabrani serta dishahihkan oleh Syekh al Al bany dalam Irwaul Ghalil no : 801)

5. Al Ma’dan wa Ar Rikaz (barang tambang dan harta karun): barang tambang adalah segala sesuatu yang berasal dari dalam bumi dan mempunyai nilai berharga. Ma’dan atau barang tambang bisa jadi berupa padatan seperti emas, perak, besi, tembaga, timbal atau berupa zat cair seperti minyak bumi dan aspal. Sedangkan rikaz atau harta karun adalah harta yang ditemukan di dalam bumi yang berasal dari zaman jahiliyah.

Dalil tentang wajibnya zakat pada barang tambang dan harta karun adalah keumuman firman Allah Subhanahu wata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Al Baqarah: 267)
Berkata Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, “Yakni tumbuhan, barang tambang, dan harta karun.”

Tidak dipersyaratkan nishab dan haul dalam zakat rikaz. Sudah ada kewajiban zakat ketika harta karun tersebut ditemukan. Besar zakatnya adalah 20% atau 1/5. Demikian makna tekstual dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَفِى الرِّكَازِ الْخُمُسُ

“Zakat rikaz sebesar 20%”. (HR. Bukhari no. 1499 dan Muslim no. 1710 dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Dan umat Islam juga telah sepakat atas wajibnya zakat barang tambang.

(Dari Kitab Fiqhul Muyassar fii Dhau al-Kitabi wa as-Sunnah, Penulis Majmu’ minal Ulama, Taqdim asy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh)

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqhul Muyassar, Fiqih, Zakat, Zakat Fitri, Zakat Mal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image