Hukum dan Besarnya Zakat Emas dan Perak (Uang Simpanan) yang Wajb Dikeluarkan

Majmu’ minal Ulama

Hukum Zakat Dzahabu wal Fidhdhah (Emas dan Perak) Beserta Dalilnya

Wajib menunaikan zakat emas dan perak berdasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,” (At Taubah: 34)

Ayat di atas membawakan kaidah: Tidaklah diberikan ancaman hukuman kecuali bagi orang yang meninggalkan kewajiban.

Dan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ

“Siapa yang mempunyai emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, maka di hari kiamat akan dibuatkan untuknya seterika api yang dinyalakan di dalam neraka, lalu diseterikakan ke perut, dahi dan punggungnya. Setiap seterika itu dingin, maka akan dipanaskan kembali lalu diseterikakan pula padanya setiap hari -sehari setara lima puluh ribu tahun (di dunia)- hingga perkaranya diputuskan di antara hamba. “ (Riwayat Muslim No. 987 dari hadits Abu Hurairah Radhialahu’anhu)

Uang termasuk dalam keumuman harta benda yang terkena kewajiban zakat, karena uang dengan berbagai jenis mata uang yang ada pada masa ini dan mendominasi muamalah kaum muslimin, menggantikan posisi emas (dinar) dan perak (dirham) yang dipungut zakatnya pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Uang sebagai pengganti emas (dinar) dan perak (dirham) menjadi tolok ukur dalam menilai harga suatu barang sebagaimana halnya dinar dan dirham pada masa itu.

Dan para ulama telah sepakat apabila uang simpanan telah mencapai senilai 85 gr emas, dan telah mencapai setahun maka wajib baginya zakat 2,5%.

Besarnya Zakat yang Dikeluarkan

Besarnya zakat emas dan perak (atau uang simpanan) yang wajib dikeluarkan adalah seperempat puluh (2,5%). Yakni dikeluarkan 2,5% apabila emas telah mencapai 20 dinar. 1 dinar setara dengan 1 mitsqal. 1 mitsqal = 4,25 gr. Sehingga 20 mitsqal = 85 gr emas.

Adapun perak, apabila telah mencapai 200 dirham. 1 dirham setara dengan 0,7 mitsqal. Maka 200 dirham = 140 mitsqal. 1 mitsqal = 4,25 gr. Sehingga 140 mitsqal = 595 gr perak.

Maka apabila engkau memiliki 20 dinar dan telah mencapai setahun, maka di dalamnya (wajib dikeluarkan zakat) setengah mitsqal. Yakni apabila uang simpananmu telah senilai 85 gr emas atau telah senilai 595 gr perak dan sebesar itu telah mencapai setahun maka wajib bagimu zakat 2,5%.

Syarat-Syaratnya

Disyaratkan bagi yang wajib mengeluarkan zakat sebagai berikut:

1. Nishab emas adalah 20 mitsqal (20 dinar emas). Berdasarkan hadits dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

“Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu.” (HR. Abu Daud no. 1573. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan nishab perak adalah 200 dirham perak berdasarkan hadits dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ

“Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah “. (HR. Bukhari no. 1447 dan Muslim no. 979)

Satu uqiyah senilai 40 dirham, maka lima uqiyah senilah 200 dirham.

Dan pada hadits riwayat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dinyatakan,

وَفِى الرِّقَةِ رُبْعُ الْعُشْرِ

“Dan pada perak, diwajibkan zakat sebesar seperempat puluh (2,5 %).” (HR. Bukhari no. 1454)

Telah ijma’ ulama bahwa nishab perak sebesar lima uqiyah, dan nishab emas sebesar duapuluh mitsqal.

2. Memenuhi keumuman syarat yang wajib mengeluarkan zakat seperti Muslim, merdeka, kepemilikan harta nishab secara sempurna, harta telah mencapai usia haul, yang telah dijelaskan sebelumnya.

Menggabungkan Emas Dengan Perak untuk Mencapai Nishab

Tidak boleh menggabungkan salah satu –emas atau perak- kepada yang lainnya untuk mencapai nishab berdasarkan pendapat yang rajih, karena keduanya adalah dua jenis yang berbeda. Maka tidak boleh menggabungkan salah satunya kepada yang lain. Seperti unta dengan sapi untuk mencapai kesempurnaan nishab, gandum dengan kurma untuk mencapai kesempurnaan nishab. Atas dasar inilah apabila dia memiliki 10 dinar dan 100 dirham maka tidak wajib zakat, karena emas adalah sebuah zakat tersendiri demikian pula perak.

(Dari Kitab Fiqhul Muyassar fii Dhau al-Kitabi wa as-Sunnah, Penulis Majmu’ minal Ulama, Taqdim asy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh, hal. 127-129)

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqhul Muyassar, Fiqih, Zakat, Zakat Fitri, Zakat Mal
One comment on “Hukum dan Besarnya Zakat Emas dan Perak (Uang Simpanan) yang Wajb Dikeluarkan
  1. widiyatmoko mengatakan:

    ASSALAMU’ALAIKUM USTAD

    SAYA MEMPUNYAI UANG SIMPANAN SEBESAR 800 JUTA PADA 1 ROMADHON 1433 DAN SAYA SUDAH MEMBAYAR ZAKATNYA 2,5% YAITU SEBESAR 20 JUTA. SEHINGGA SIMPANAN UANG SAYA TERSISA 780 JUTA,

    KEMUDIAN SEBANYAK 400 JUTA UANG SAYA DI PUTAR UNTUK MODAL USAHA, SEHINGGA SISA UANG SIMPANAN SAYA 380 JUTA . PADA TGL 1 RAJAB 1434 UANG SIMPANAN SAYA BERTAMBAH MENJADI 650 JUTA , KEMUDIAN SAYA AMBIL LAGI UNTUK USAHA 100 JT . SEHINGGA SIMPANAN UANG SAYA PADA 1 ROMADHON 1434 SEBESAR 550 JUTA.

    SEKARANG SAYA JUGA MEMPUNYAI PIUTANG SEBESAR 750 JUTA DAN HUTANG 150 JUTA

    YANG SAYA TANYAKAN :

    BAGAIMANAKAH CARA MENGHITUNG ZAKAT MAL NYA ?

    ATAS PENJELASANNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH

    WASSALAMU’ALAIKUM

    WIDIYATMOKO

    EMAIL: widi_pku@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image