Wajib Mengeluarkan Zakat Pada Huliyyi (Perhiasan)

Majmu’ minal Ulama

Tidak ada khilaf (silang pendapat) di antara ulama tentang wajibnya zakaatul huliyyi (zakat perhiasan), baik perhiasan itu dipakai maupun yang disimpan, juga perhiasan yang diharamkan seperti laki-laki yang memakai cincin dari emas atau perempuan yang memakai gelang bergambar hewan atau berbentuk hewan wajib dikeluarkan zakatnya.

Adapun perhiasan yang dipakai, yang shahih menurut pendapat ulama padanya wajib mengeluarkan zakat. Yang demikian itu karena:

1. Keumuman nash-nash yang warid tentang wajibnya zakat pada emas dan perak, ini masuk pada semua perhiasan (baik yang dipakai maupun yang disimpan) atau yang lainnya.

2. Apa yang diriwayatkan ahlu sunan. Dari Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan, pernah datang seorang wanita bersama putrinya menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putrinya mengenakan dua gelang emas yang tebal/berat pada tangannya. Melihat hal itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada si ibu:

أَتُعْطِيْنَ زَكاَةَ هَذَا؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: أَيَسُرُّكِ أَنْ يُسَوِّرَكِ اللهُ بِهِمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ؟ قَالَ: فَخَلَعَتْهُمَا فَأَلْقَتْهُمَا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَالَتْ: هُمَا لِلهِ وَلِرَسُوْلِهِ

“Apakah engkau telah memberikan zakat dua gelang ini?” Si wanita menjawab, “Belum.” “Apakah menyenangkanmu bila pada hari kiamat nanti Allah memakaikanmu dua gelang dari api?” tanya Rasulullah lagi.
Kata Abdullah, “Si wanita lalu melepaskan dua gelang tersebut dari tangan putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ‘Dua gelang ini untuk Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya’.” (HR. Abu Dawud no. 1563, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)

3. Pendapat ini yang lebih yakin, dan berlepas dari pendapat yang ganjil, sebagaimana sabda nabi Shallallahu’alaihi wasallam,

دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ

“Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.” (Riwayat Tirmidzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)

(Dari Kitab Fiqhul Muyassar fii Dhau al-Kitabi wa as-Sunnah, Penulis Majmu’ minal Ulama, Taqdim asy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh, hal. 129)

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Fiqhul Muyassar, Fiqih, Zakat, Zakat Fitri, Zakat Mal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image