Dakwah Kepada Sunnah dan Tahdzir dari Bid’ah (Bagian 2)

asy-Syaikh Fawwaz bin Hulayil bin Rabah as-Suhaimi

Bagian 2

Tentunya, tidak ragu lagi bahwa dakwah yang menyimpang dari manhaj ini akan membahayakan dirinya sendiri dan masyarakatnya. Maka harus ada tahdzir terhadap jalan yang ditempuhnya. Hal ini telah dijalankan oleh para pembela as-Sunnah dan imam-imam pembawa petunjuk. Sebagaimana diisyaratkan oleh Ibnul Qayyim Rahimahullahu:
“Para pembela Islam dan imam-imam pembawa petunjuk tidak pernah berhenti meneriakkan kepada ummat agar menjauhi para penyeleweng tersebut di seluruh pelosok dunia. Mereka mentahdzir agar meninggalkan dan tidak mengikuti jejak mereka.”

Jelaslah bagi kita manhaj salaful ummah dalam ilmu, amal, dan dakwah senantiasa berpegang teguh kepada as-Sunnah, mengikuti jalannya, dan mengajak manusia kepadanya serta mentahdzir agar menjauhi orang-orang yang menyelisihinya.

Apabila kaum Muslimin keluar dari perkara ini dan para da’i menyia-nyiakannya niscaya akan lemah urusan mereka, sikap mereka akan labil, dan persatuan mereka akan runtuh. Akhirnya mereka akan terjerumus dalam kebid’ahan dan kebinasaan. Semua ini akan menyulitkan kehidupan mereka di dunia, sedangkan di akhirat akan menjauhkan mereka dari Allah Azza wajalla.

Hal ini diperjelas oleh ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, ketika mengatakan:
“Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah menetapkan satu sunnah. Begitu juga dengan para penguasa sesudah beliau. Menjalankannya berarti pembenaran terhadap kitab Allah (Al-Quran), kesempurnaan bagi taat kepada Allah dan kekuatan agama Allah. Tidak ada seorang pun yang berhak merubah dan menggantinya, apalagi menoleh kepada perkara lain yang menyelisihinya. Barang siapa yang mengambil petunjuk dengan sunnah tersebut maka dia terbimbing. Siapa yang mengharapkan pertolongan dengan sunnah itu maka dia akan ditolong. Dan siapa yang menyelisihinya serta mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang beriman, niscaya Allah palingkan dia kepada kesesatan yang dipilihnya serta memasukkannya ke dalam jahannam, padahal dia seburuk-buruk tempat kembali.” (Asy Syari’ah 1/48).

Setelah kita memahami hakekat yang mulia ini, maka tidak pantas bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari kemudian (akhirat) untuk meyakini bahwa jumlah mayoritas adalah standar nilai bahwa sesuatu itu adalah haq (kebenaran). Dan tidak selayaknya orang yang berakal tertipu dengan semua tindakan orang banyak dan awwam di seluruh penjuru wilayah muslimin.

Sesungguhnya al haq (kebenaran) tidaklah dikenal karena banyaknya jumlah pelaku atau yang mengikutinya. Tetapi al haq di kenal melalui dalil-dalil syari’at dari ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Nabawiyah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (al-An’am: 116)

Hal itu karena tidak ada satu masalahpun melainkan di dalam Islam terdapat ketentuan hukumnya. Dan penyelesaian secara syar’i harus menjadi rujukan dan acuan.

Adapun hadits-hadits yang melarang perpecahan yang telah dijelaskan oleh Rasulullah yang tegas-tegas menyatakan bahwa golongan-golongan itu sampai menjadi tujuh puluh tiga golongan, seluruhnya masuk neraka kecuali satu, sungguh merupakan dalil paling tepat dan jelas bertentangan dengan tindakan mereka yang lebih serius memperhatikan upaya tajmi’ul ummah (memperbanyak anggota jama’ah) dengan prinsip yang tidak ditegakkan di atas landasan ‘aqidah yang kokoh dan sunnah nabawiyah.

Orang-orang seperti itu cita-cita dan tujuan mereka hanyalah memperbanyak jumlah pengikut yang tidak berdiri di atas asas dan manhaj yang satu. Manhaj seperti itu, meskipun kelihatannya bersatu, namun sesungguhnya tidak lain merupakan jalan atau manhaj yang berbeda dan bercerai berai. Sebab manhaj yang berbeda, syi’ar dan bermacam-macam ra’yu yang ada, jika tidak ditegakkan di atas asas ‘aqidah dan sunnah nabawiyah, niscaya akan berujung pada perpecahan dan perselisihan.

Sedangkan jalan yang satu dan sunnah yang satu, mengikutinya adalah petunjuk dan menyelisihinya adalah kesesatan.

Karena alasan inilah, pensyarah kitab Ath Thahawiyah (Ibnu Abil ‘Izz) menerangkan:
“as-Sunnah ialah jalan prinsip Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. al-Jama’ah yang dimaksud adalah Jama’ah kaum muslimin, yaitu para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan (kiamat). Mengikuti jalan mereka adalah huda (petunjuk) dan menyelisihi mereka adalah kesesatan.”

Maka keselamatan dan keberhasilan tergantung kepada (seberapa jauh) seseorang mengikuti hadits dan sunnah. Sebagaimana diterangkan pula oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
“Dengan alasan ini, jelaslah bahwa orang yang paling berhak dikatakan sebagai (bagian) dari Al Firqatun Najiyah (kelompok yang selamat) adalah ahlul hadits dan ahlussunnah.”

Bersambung… insyaallah.

[Dinukil dari kitab Usus Manhajus Salaf fii Da’wati Ilallah, Edisi Indonesia Manhaj Dakwah Salafiyyah, Penulis asy-Syaikh Fawwaz bin Hulayil bin Rabah as-Suhaimi, Penerjemah Harits Abrar Thalib, Penerbit Pustaka Al Haura, hal. 147-157]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Manhaj As Salafus Shalih, Urgensi Dakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image