Hukum Seputar Aqiqah (Nasikah)

asy-Syaikh Abdussalam bin Abdillah as-Sulaiman

Hendaknya seorang Muslim mengaqiqahi anaknya, ini adalah sunnah, dan diriwayatkan oleh sebagian ulama tentang wajibnya. Dari bayi laki-laki dua ekor kambing dan dari bayi perempuan seekor kambing. Disembelih pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, atau hari keduapuluh satu, atau kapan saja setelah itu (tatkala dia mampu).

Dalil-dalil disyariatkannya aqiqah

Dari Samurah bin Jundub Radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, HR Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’i 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Para ulama berbeda pendapat tentang makna sabda Rasulullah Shallallalhu ‘alaihi wa sallam “Bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.”

Diriwayatkan dari Qatadah, “Bahwasanya diharamkan syafaatnya untuk orangtuanya.”

Berkata al-Khaththaby, “Orang-orang berbeda pendapat tentang hal ini. Namun pendapat yang paling baik di antara pendapat yang ada datang dari Al-Imam Ahmad rahimahullah. Beliau menjelaskan bahwa ini berkenaan dengan syafaat. Apabila seorang anak meninggal semasa kanak-kanak dalam keadaan belum diaqiqahi, maka dia tidak dapat memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya. (‘Aunul Ma’bud, 8/27)

Beberapa perkara yang perlu diperhatikan:

1. Bahwasanya nasikah terdapat perbedaan pendapat tentang hukum wajibnya. Namun yang rajih hukumnya adalah wajib berdasarkan hadits yang memerintahkan hal itu, dan tiada yang memalingkan dari wajibnya.

2. Bahwasanya aqiqah ini sebuah tanda adanya kelahiran anak.

3. Aqiqah sebagai bentuk syukur kepada Allah Azza wajalla atas apa yang dianugarahkan kepadanya berupa anak.

4. Kesempuraan laki-laki atas perempuan, sebagaimana dalam hadits Ummu Kurz radhiallahu ‘anha, mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Disembelih dua ekor kambing bagi seorang anak laki-laki dan seekor kambing untuk seorang anak perempuan, tidak mengapa kambing jantan ataupun kambing betina.” (HR. Abu Dawud no. 4835, shahih dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2460, dan Al-Hakim, 4/237, dishahihkan oleh Al-Hafizh Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish)

Inilah kedudukan hewan sembelihan untuk aqiqah oleh para ulama: tidak boleh cacat, tidak boleh sakit, dan tidak boleh buta. Tidak boleh menjual daging sembelihan aqiqahnya sedikitpun tidak pula kulitnya. Orang yang aqiqah boleh memakan, menghadiahkan daging sembelihannya, dan memberi makan.

Dan termasuk sunnah yang diajarkan nabi Shallallahu’alaihi wasallam dalam rangkaian acara aqiqah adalah mencukur kepala bayi.

Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullahu, “Berkata Abu Umar bin Abdil Barr: Adapun mencukur kepala bayi dalam rangkaian aqiqah, maka sesungguhnya para ulama menyukai hal itu (mustahab).”

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

[Dinukil dari Kitab Tarbiyatul Aulad fii Dhaui al-Kitabi wa as-Sunnati, Penulis Abdussalam bin Abdillah as-Sulaiman, Taqdim Syaikh Shalih Fauzan, hal. 37-40]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Potret Keluarga, Tarbiyatul Aulad
One comment on “Hukum Seputar Aqiqah (Nasikah)
  1. kambing aqiqah mengatakan:

    Asssalamu’alaikum warohmatullah.
    Jazakallahkhair. dari http://www.aqiqahjakarta.com Abu Muhammad Denny (Depok Jawabarat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image