Menyembelih Untuk Sesuatu Selain Allah Azza wa Jalla Merupakan Tindakan Terlaknat

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Dari Ali radhiallahu’anhu berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku tentang empat perkara :

لَعَنَ اللهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ وَلَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُحْدِثاً وَلَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الأَرْضِ

“(Semoga) Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya. (Semoga) Allah melaknat orang yang menyembelih untuk sesuatu selain Allah. Dan (semoga) Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan. Dan (semoga) Allah melaknat orang yang merubah patok batas tanah.” (HR. Muslim no. 1978)

Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu adalah Abul Hasan Husain, beliau khalifah Rasyidun yang ke-empat, sekaligus anak dari paman Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Wafat tahun 40H.

Penjelasan per-kata

Terlaknat: apabila datangnya dari Allah artinya tidak mendapatkan bahkan jauh dari rahmat Allah. apabila datangnya dari manusia artinya doa kejelekan dan celaan.
Kedua orangtuanya: yang dimaukan dengan keduanya adalah ayah dan ibunya, atau walinya.
Menyembelih untuk sesuatu selain Allah: yakni mengalirkan darah hewan sembelihan dengan maksud mendekatkan diri kepada sesuatu selain Allah Azza wajalla. Sama saja apakah dia menyebut nama Allah ketika menyembelih atau tidak menyebut nama-Nya.
Melindungi: yakni menolong dan memberi tempat persembunyian.
Pelaku kejahatan: Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh rahimahullah menukil perkataan Ibnul Atsir, mengatakan: “Kalau huruf dal dibaca dengan kasrah (مُحْدِثاً), artinya pelaku kejahatan (jaani), kalau dibaca fathah (مُحْدَثاً), artinya adalah perkara yang diada-adakan. Sehingga maknanya dalam bentuk pertama, melindungi dan membela pelaku kejahatan itu dari lawan yang menuntutnya. Adapun dalam bentuk kedua ini artinya ialah ridha dan bersabar menjalankannya. Karena sesungguhnya kalau seseorang ridha terhadap suatu bid’ah, menyetujui pelakunya dan tidak mengingkari, berarti dia telah melindungi dan membelanya.” (Fathul Majid hal. 175-176)
Merubah patok batas tanah: yakni menggeser batas tanah yang dengannya bisa memecah belah hubungan harmonis antara dia dengan tetangganya.

Penjelasan global

Ali radhiallahu’anhu mengkabarkan kepada kita bahwa beliau mendengar Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam mendoakan kiranya Allah melaknat setiap orang yang bertaqarrub dengan mempersembahkan qurban untuk sesuatu selain Allah. Allah juga melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya dengan bermuka cemberut dan mencela keduanya. Allah juga melaknat orang yang menolong dan memberi tempat persembunyian untuk pelaku kejahatan. Allah juga melaknat orang yang merubah dan menggeser batas tanah.

Faidah hadits ini

1. Haramnya menyembelih untuk sesuatu selain Allah Azza wajalla.
2. Haramnya melaknat kedua orangtua dengan bermuka cemberut dan mencela keduanya.
3. Haramnya memberi pertolongan kepada pelaku maksiat dan ridha dengan kebid’ahan.
4. Haramnya merubah patok batas tanah dan ridha dengan perbuatan tersebut.
5. Bolehnya melaknat kefasikan menurut keumuman.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 107-108]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Fiqih Qurban, Kurban, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image