Kisah Seseorang Yang Masuk Surga Karena Seekor Lalat, Dan Yang Masuk Neraka Karena Seekor Lalat Pula

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Thariq bin Syihab radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”
Para sahabat radhiallahu’anhum bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”
Rasul shallallahu’alaihi wasallam menjawab, “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan memberikan tumbal atau mempersembahkan qurban untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi, ‘Persembahkanlah sesuatu untuknya.’ Ia menjawab, ‘Aku tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya.’ Mereka berkata lagi, ‘Persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat.’ Maka iapun persembahkan untuk berhala itu seekor lalat, maka mereka melepaskannya untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka karenanya. Kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain, ‘Persembahkalah untuknya sesuatu.’ Ia menjawab, ‘Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah Azza wajalla!’ Maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga.” (Diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Nu’aim. Hadits mauquf dari Thariq bin Syihab dari Salman al-Farisi radhiallahu’anhuma dengan sanad yang shahih)

Penjelasan per-kata

Berhala: sesuatu yang disembah berupa gambar atau patung.
Tumbal atau qurban: mempersembahkan sesuatu dalam rangka mendekatkan diri kepadanya.
Maka merekapun memenggal lehernya: yakn mereka membunuhnya.

Penjelasan global

Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam mengkabarkan kepada kita bahwasanya ada dua orang yang bisa jadi mereka adalah dari kalangan bani Israil tatkala dalam perjalanan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala. Agar dapat melintasi tempat itu, kaum tersebut meminta mereka untuk memberikan tumbal atau mempersembahkan qurban untuk berhala tersebut dengan apapun meskipun kecil gak apa-apa.

Salah satu dari keduanya memberi tumbal seekor lalat, maka Allah Azza wajalla menetapkan untuknya masuk ke dalam neraka karenanya. Adapun satunya lagi tidak mau memberinya tumbal atau qurban karena kekuatan imannya dan kesempurnaan tauhidnya, maka mereka membunuhnya, lalu orang ini dimasukkan ke dalam surga oleh Allah Azza wajalla.

Faidah hadits ini

1. Bahayanya syirik meskipun dengan sesuatu yang kecil.
2. Bahwasanya surga dan neraka sudah ada.
3. Bahwasanya maksud terbesar adalah amalan qalbu (niat mempersembahkan qurban) sampai-sampai teranggap ia beribadah kepada berhala.
4. Dekatnya surga dan neraka dengan seorang insan.
5. Peringatan dari dosa, meskipun terlihat kecil (aaah cuman seekor lalat) eiitt jangan menganggapnya remeh.
6. Penjelasan akan luasnya ampunan Allah Azza wajalla dan betapa dahsyat siksaan-Nya.
7. Bahwasanya amalan itu tergantung akhir kesudahannya (husnul khatimah atau su’ul khatimah).

Hadits ini sebagai dalil atas haramnya menyembelih hewan qurban atau mempersembahkan tumbal dalam rangka mendekatkan diri dan mengagungkan sesuatu selain Allah Azza wajalla. Hal ini karena menyembelih hewan qurban adalah jenis ibadah. Dan memalingkan ibadah untuk selain Allah Azza wajalla merupakan perbuatan syirik.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 109-110]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama
2 comments on “Kisah Seseorang Yang Masuk Surga Karena Seekor Lalat, Dan Yang Masuk Neraka Karena Seekor Lalat Pula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image