Berdoalah Hanya Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Ketika Engkau Mengalami Kesulitan

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menyingkap kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).” (an-Naml: 62)

Penjelasan per-kata

Yang memperkenankan (doa) : yang meng-ijabah doanya
Orang yang dalam kesulitan : orang yang sedang ditimpa kesusahan dan sangat membutuhkan
Menyingkap kesusahan: menghilangkan kesulitan darinya dan orang lain selain dia
Khalifah di bumi : pengertian khalifah secara bahasa artinya pengganti. Setiap generasi itu menggantikan generasi sebelumnya

Penjelasan global

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengikrarkan dalam ayat yang mulia ini sebagian hak-hak yang menjadi kekhususan-Nya yang tidak boleh diberikan kepada selain Dia. Di antaranya adalah hanya Dia yang mampu memperkenankan (menjawab dan mengabulkan) doa-doa orang yang sedang dalam kesulitan serta menghilangkan kesusahannya itu darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjaga garis keturunan manusia dengan menyambungkan dari generasi ke generasi.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwasanya barangsiapa yang tidak mengingati perkara ini, tidak mengambil i’tibar (pelajaran) darinya, yang dengannya tidak menjadikannya hanya menyembah kepada Allah semata, maka ia tidak akan mengingati perkara yang lainnya.

Faidah ayat ini

1. Ikhlas dalam berdoa (memurnikan doa hanya kepada Allah semata) adalah sebab diijabahnya doa.
2. Penetapan barakahnya doa dan manfaatnya.
3. Bahwasanya kebaikan dan keburukan itu adalah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Pendalilan tauhid uluhiyah atas tauhid rububiyah.
5. Allah meng-ijabah doa orang yang dalam kesulitan dan menghilangkan kesusahannya.
6. Mengenal Allah Ta’ala dengan fitrah.

Ayat yang mulia ini sebagai dalil atas bahwasanya tidak ada yang menjawab doa orang yang sedang dalam kesulitan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Doa orang yang sedang dalam kesulitan (istighatsah) merupakan ibadah. Maka kapan ia palingkan ibadah kepada selain Allah Ta’ala, maka ia telah berbuat syirik.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 131-132]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image