Pesugihan dan Meminta Rezeki Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala Adalah Syirik

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Sesungguhnya apa yang kamu ibadahi selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan.” (al-‘Ankabuut: 17)

Penjelasan per-kata

Ibadah secara bahasa artinya menyembah. Adapun ibadah secara istilah artinya kumpulan nama dari setiap apa-apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan diridhai-Nya, dari bentuk ucapan dan perbuatan, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.
Berhala: artinya setiap yang disembah dan diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, sama saja apakah itu bentuknya patung, gambar, atau lainnya.
Tidak mampu memberikan rezeki kepadamu: yakni tidak mampu mendatangkan rezeki ataupun menolak rezeki kepadamu.
Dan sembahlah Dia: memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala semata dan tidak berbuat syirik.
Dan bersyukurlah kepada-Nya: melaksanakan bentuk-bentuk ketaatan kepada-Nya atas karena nikmat yang Dia berikan.
Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan: yakni dengan kematian, kemudian dibangkitkan di padang mahsyar untuk mendapatkan balasan dari setiap apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.

Penjelasan global

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkabarkan kepada kita dalam ayat yang mulia ini, dari ucapan nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang menjelaskan kepada kaumnya bahwasanya apa yang mereka sembah (ibadahi) selain Allah itu pada hakikatnya adalah berhala yang tidak mampu mendatangkan manfaat dan menolak kemudaratan. Dan bahwasanya apa yang mereka ada-adakan itu adalah kedustaan dengan menyandarkan kenikmatan kepada berhala.

Kemudian menjelaskan bahwasanya berhala ini tiada kuasa atas sesuatupun dari kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu dicari hanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan dari yang lain. Hanya Dia-lah yang berhak untuk diibadahi dengan ikhlash, disanjung, dan menyandarkan kesyukuran hanya kepada-Nya. Karena setiap sesuatu akan kembali kepada-Nya dengan kematian, kemudian mereka akan dibangkitkan, dan akan mendapatkan balasan dari setiap apa yang dia kerjakan.

Faidah hadits ini

1. Bahwasanya pokok agama para rasul adalah tauhid.
2. Bathilnya peribadahan kepada berhala.
3. Bahwasanya kebaikan dan keburukan itu adalah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Wajibnya beribadah dan bersyukur hanya kepada-Nya.
5. Penetapan hari kebangkitan.

Ayat yang mulia ini sebagai dalil bahwasanya tidak boleh meminta rezeki kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kapan ia meminta rezeki kepada selain Allah Ta’ala, maka ia telah berbuat syirik.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 126-127]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama
One comment on “Pesugihan dan Meminta Rezeki Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala Adalah Syirik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image