Larangan Membangun Masjid di Kuburan dan Beribadah di Dalamnya

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah radhiyallahu’anha juga berkata : Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam akan diambil nyawanya, beliaupun segera menutup mukanya dengan kain, dan ketika nafasnya terasa sesak maka dibukanya kembali kain itu. Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah beliau bersabda :

لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (Muttafaqun’alaih)

Berkata Aisyah radhiyallahu’anha, “Beliau mengingatkan untuk menjauhi (dari perbuatan itu), dan jika bukan karena hal itu, maka pasti kuburan beliau akan ditampakkan, hanya saja beliau hawatir kalau kuburannya nanti dijadikan masjid.”

Penjelasan per-kata

Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam akan diambil nyawanya : yakni turun kepadanya malaikat maut dan malaikat-malaikat yang mulia untuk mencabut nyawanya.
Laknat Allah : laknat dari Allah Ta’ala berupa kemarahan dan dijauhkan dari rahmat-Nya. Sedangkan laknat dari manusia berupa cacian dan bentakan.
Masjid : yakni tempat ibadah walaupun tidak dinamakan masjid.
Mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid : yakni tempat ibadah gereja dan sinagog yang mereka beribadah di dalamnya.

Penjelasan global

Aisyah radhiyallahu’anha mengabarkan kepada kita bahwasanya tatkala Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelang wafat saat sakaratul maut beliau bersabda laknat Allah Azza wa Jalla ditimpakan kepada orang –orang yahudi dan nasrani, yang demikian itu dikarenakan mereka membangun masjid (tempat ibadah) di atas kuburan nabi-nabi mereka.
Kemudian Aisyah radhiyallahu’anha menerangkan bahwasanya yang dimaukan dengan itu berupa peringatan agar umatnya tidak mengikuti perbuatan orang-orang yahudi dan nasrani ketika nabi mereka wafat, mereka membangun masjid (tempat ibadah) di atas kuburannya.

Kemudian menjelaskan perbuatan shahabat nabi yang menjalankan wasiat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam untuk memakamkan jasad beliau di kamarnya karena kekhawatiran mereka dari menjadikan kuburan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sebagai masjid (tempat ibadah).

Faidah hadits ini

1. Penjelasan dari apa yang dialami nabi shallallahu’alaihi wasallam betapa pedihnya ketika nyawa dicabut.
2. Bersemangatnya nabi shallallahu’alaihi wasallam atas keselamatan aqidah umatnya.
3. Bolehnya melaknat orang kafir secara keumuman.
4. Haramnya membangun kuburan secara keumuman.
5. Hadits ini sebagai bantahan kepada orang-orang yang membolehkan membangun kuburan orang-orang shalih untuk membedakan kuburan mereka dengan selain mereka.
6. Bahwasanya membangun kuburan berasal dari kebiasaan orang-orang yahudi dan nasrani.
7. Penjelasan tentang kefaqihan (kecerdasan ilmu agama) Aisyah radhiyallahu’anha.
8. Dalam hadits ini terkandung penjelasan sebab mengapa jasad Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dimakamkan di kamar beliau shallallahu’alaihi wasallam.

Hadits ini sebagai dalil atas haramnya membangun masjid di atas kuburan dan beribadah kepada Allah Ta’ala di sana, lantas bagaimana mungkin untuk beribadah kepada penghuni kubur?!

Hadits ini juga sebagai dalil atas tahdzir (peringatan) dari membangun masjid di atas kuburan karena yang demikian itu merupakan bentuk pengagungan kepada penghuninya. Adapun pengagungan adalah bentuk ibadah, kapan memalingkan ibadah kepada selain Allah Ta’ala maka ia telah terjatuh ke dalam kesyirikan.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 185-187]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image