Seburuk-Buruk Manusia Adalah Orang yang Beribadah di Kuburan

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu’ dengan sanad yang jayyid dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحيَاءٌ، وَالَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ

“Sesungguhnya termasuk seburuk-buruk manusia adalah orang yang mengalami hari kiamat dalam keadaan mereka masih hidup dan orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid.” (HR. Abu Hatim dalam kitab shahihnya)

Hadits di atas diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya 1/435, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir no. 3844, Ibnu Hibban dalam Bab Shalat no. 340, Thabrani dalam Bab Dosa-Dosa Besar no. 10413, dari ‘Ashim bin Abi Najud. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Iqtidha Shirathal Mustaqim hal. 158, “Sanadnya Jayyid”.

Penjelasan per-kata

Sesungguhnya termasuk seburuk-buruk manusia adalah orang yang mengalami hari kiamat : yakni bahwasanya hari kiamat tidak akan tiba kecuali di masa seburuk-buruknya manusia
Dan orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid : yakni termasuk seburuk-buruk manusia juga adalah orang yang membangun di atas kuburan tempat ibadah (walaupun tidak dinamakan masjid)

Penjelasan global

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengkabarkan kepada kita dua golongan yang termasuk seburuk-buruk manusia, yang keduanya akan ditegakkan hari kiamat di masa mereka:
a) Orang-orang yang membangun di atas kuburan tempat ibadah
b) Atau shalat di sisi kuburan meskipun tidak dibangun. Berikut ini termasuk menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah yakni dengan cara mengagungkan penghuni kubur, menganggap mereka orang suci, bertabarruk (mengambil berkah) dengan tanah kuburan. Ini semua tidak mungkin mencocoki fitrah yang salimah, tidak boleh bagi sesiapa yang di dalam qalbunya masih ada iman walaupun sebesar dzarrah dikarenakan perkara ini memalingkan kalam dari tempatnya dan menyelisihi nash-nash shahihah dari al-Quran dan as-Sunnah muthahharah.

Faidah hadits ini

1. Mu’jizat Nabi shallallahu’alaihi wasallam, nyata di jaman sekarang dengan apa yang beliau kabarkan tentang membangun masjid di atas kuburan.
2. Bahwasanya hari kiamat tidak akan ditegakkan untuk orang-orang mukmin.
3. Penetapan adanya hari kiamat.
4. Larangan membangun masjid di atas kuburan atau shalat di sisinya meskipun tidak dibangun, karena masjid adalah sebuah nama tempat untuk sujud meskipun tidak dibangun.

Hadits ini sebagai dalil atas haramnya membangun masjid di atas kuburan dan shalat di sisinya. Lantas bagaimana mungkin mempersembahkan ibadah untuk penghuni kubur?!

Hadits ini juga mensifatkan orang-orang yang membangun masjid (atau menyediakan tempat ibadah) di atas kuburan dengan sifat seburuk-buruk manusia karena yang demikian itu merupakan bentuk pengagungan kepada penghuni kubur. Adapun pengagungan adalah bentuk ibadah, kapan memalingkan ibadah kepada selain Allah Ta’ala maka ia telah terjatuh ke dalam kesyirikan.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 191-192]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image