Jauhilah Sihir dan Perdukunan Serta Jauhilah Tukang Sihir, Dukun, dan Paranormal Yang Terlaknat

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا. أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dilaknat Allah. Barang siapa yang dilaknat Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.” (an-Nisaa: 51-52)

Penjelasan per-kata

Diberi bahagian dari Al Kitab : Diturunkan kepada mereka Al Kitab, yakni orang-orang Yahudi dan Nashrani
Jibt : sihir
Thaghut : syaithan.
Menurut penafsiran Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu : Jibt adalah sihir, sedangkan Thaghut adalah syaitan. Sedangkan Jabir radhiyallahu’anhu berkata : Thaghut adalah paranormal, dukun, peramal yang didatangi syaitan, yang ada pada setiap kabilah.

Penjelasan global

Melalui ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kaum Muslim, terlebiih dahulu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam untuk memperhatikan ahlul kitab (orang-orang yahudi dan nashrani) yang berpaling dari al-haq, lebih memilih sihir (perdukunan) dan mengikuti syaitan-syaitan ketimbang kitabullah dan apa-apa yang ada di dalamnya berupa ilmu.

Lantas mereka mengatakan dusta dan tipu daya bahwasanya orang-orang musyrikin itu lebih baik jalannya ketimbang kaum Muslimin dan lebih dekat kepada shirathal mustaqim (jalan yang lurus).

Faidah ayat ini

1. Penjelasan akan menyimpangnya sebagian ahlul kitab.
2. Keberadaan sihir dan perdukunan di kalangan ahlul kitab.
3. Bahwasanya bermudah-mudahan (menganggap remeh dosa) dan persaksian tipu daya adalah sifatnya orang-orang Yahudi.

Ayat ini sebagai dalil atas haramnya mengambil sihir dan terlaknatnya pelaku sihir dan perdukunan.
[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 221-222]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image