Sihir dan Perdukunan Adalah Amalan Syirik Yang Menghantarkan Kepada Kekufuran

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibawa oleh syaitan-syaitan di kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir, hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya fitnah (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka benar-benar telah mengetahui bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitabullah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (al-Baqarah: 102)

Penjelasan per-kata

Dan mereka mengikuti : Yakni mereka melakukan
Apa yang dibawa oleh syaitan-syaitan : Yakni apa yang dikatakan oleh syaitan dan yang dibacanya
Di kerajaan Sulaiman : Yakni pada masa kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam
Padahal Sulaiman tidak kafir : Yakni padahal Sulaiman tidak mengerjakan sihir sebagaimana yang didakwakan orang-orang Yahudi
Hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir : Yakni dengan mengajarkan sihir kepada manusia
Negeri Babil : Suatu tempat di Irak
Harut dan Marut : Nama dua orang malaikat
Sesungguhnya kami hanya fitnah (bagimu) : Ujian dan cobaan untuk seorang hamba
Janganlah kamu kafir : Janganlah kamu kafir disebabkan mempelajari ilmu perdukunan dan sihir
Sesungguhnya mereka benar-benar telah mengetahui : Yakni orang-orang Yahudi.
Barangsiapa yang menukarnya : Yakni menukar apa-apa yang dibacakan syaitan-syaitan itu dengan kitabullah dan tuntunan rasul-Nya
Tiadalah baginya keuntungan di akhirat : Tidak ada bagian untuknya di akhirat (sengsara di akhirat)

Penjelasan global

Melalui ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkabarkan kepada kita bahwasanya orang-orang Yahudi (dan yang mengikuti jejak langkah mereka) menyimpang dari kitabullah dengan mengambil (mempelajari dan mengamalkan) sihir dan perdukunan yang diucapkan para syaitan di masa kerajaan nabi Sulaiman dan menyandarkan amalan kufur ini kepada Sulaiman ‘alaihissalam.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwasanya Sulaiman ‘alaihissalam tidak pernah mengerjakan sihir dan perdukunan sebagaimana yang didakwakan, akan tetapi syaitan-syaitanlah yang mengerjakan sihir dan perdukunan, dan mereka kafir disebabkan mengajarkan sihir dan perdukunan kepada manusia.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan di antara tujuan mereka mempelajari sihir (seperti santet, teluh, dan penamaan lainnya) agar bisa memisahkan hubungan antara suami istri. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkabarkan bahwasanya tidaklah sihir ada pengaruhnya kecuali dengan seijin-Nya, dan bahwasanya barangsiapa yang menukar agamanya dengan sihir (melakukan amalan kufur sebagai syarat bisa mengamalkan sihir dan perdukunan) maka tdak ada bagian untuknya di hari kiamat dan amat buruklah serta jelek jiwa-jiwa mereka sekiranya mereka mengetahui.

Faidah ayat ini

1. Bahwasanya sihir dan perdukunan adalah amalan syaitan.
2. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berlepas diri dari sihir dan perdukunan.
3. Bahwasanya kufurnya orang yang mempelajari sihir dan perdukunan serta mengajarkannya (teranggap kafir).
4. Penetapan adanya pengaruh sihir dan perdukunan dengan ijin Allah dan amalan ini benar-benar nyata dan terjadi.
5. Menafikan adanya manfaat dari sihir dan perdukunan (Yakni bahwasanya sihir dan perdukunan tidaklah ada manfaatnya, bahkan amalan yang rusak).

Ayat ini sebagai dalil atas kufurnya amalan sihir dan perdukunan. Pelakunya teranggap kafir karena syarat seseorang bisa mengamalkan sihir dan perdukunan adalah dengan melakukan kesyirikan, sedangkan syirik lawan daripada tauhid.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 218-219]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image