Sihir dan Perdukunan Termasuk Perkara Yang Membinasakan

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قُلْنَا: وَمَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّباَ ، وَأَكْلُ مَالَ الْيَتِيْمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ

“Hindarilah oleh kalian tujuh perkara yang menghancurkan.” Kami bertanya: “Apakah tujuh perkara itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah (berbuat syirik), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari medan tempur, dan menuduh wanita baik-baik yang menjaga kehormatan dirinya (dengan tuduhan) berzina.” (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 258)

Penjelasan per-kata

Hindarilah oleh kalian : yakni jauhilah oleh kalian
Tujuh perkara yang menghancurkan: yakni tujuh perkara yang membinasakan
Menyekutukan Allah (syirik) : yakni beribadah kepada Allah namun bersamaan dengan itu dia juga beribadah kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa Ta’ala
Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq : yakni membunuh seorang muslim, kafir dzimmi, kafir mu’ahad, dan kafir musta’man. Adapun selain itu dihalalkan membunuhnya seperti pezina muhshan, murtad, qishash, dan selainnya yang dibolehkan dalam syariat.
Memakan riba : yakni mengambil dana riba
Memakan harta anak yatim: yakni dengan dalih mengelola dana ana yatim, namun ternyata dia manfaatkan untuk kepentingan pribadi
Anak yatim : yakni mereka yang ditinggal mati bapaknya dalam keadaan dia belum baligh
Berpaling dari medan tempur : yakni mundur dari peperangan dengan orang kafir tatkala bertemunya dua pasukan (pasukan muslimin dengan pasukan kafir), kecuali berbelok untuk mengatur siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain
Menuduh telah berbuat zina : yakni menuduh telah melakukan zina dengan laki-laki atau dengan sesama wanita (lesbi)
Wanita baik-baik : yakni wanita beriman muslimah, padahal dia menjaga dirinya dari zina dengan pakaian yang menutupi atau sifatnya tidak mudah disentuh laki-laki

Penjelasan global

Tatkala diketahui bahwasanya dosa-dosa akan menghantarkan pelakunya menuju kebinasaan, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk menjauhi tujuh dosa besar tersebut yang membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat. Tujuh perkara yang membinasakan tersebut adalah:
a) Menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala
b) Melakukan sihir dan perdukunan
c) Membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan
d) Memakan riba
e) Memakan harta anak yatim
f) Lari dari medan pertempuran
g) Menuduh wanita baik-baik telah berbuat zina

Faidah ayat ini

1. Perbuatan maksiat menjadi sebab kebinasaan pelakunya di dunia dan akhirat
2. Haramnya berbuat syirik, ini adalah dosa besar yang paling besar
3. Haramnya mempelajari ilmu sihir (perdukunan, santet, teluh, hipnotis, mentalist, magic, dan ilmu sihir lainnya), haram pula mengajarkannya
4. Haramnya membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenar
5. Haramnya memakan riba dan mengambil dana riba
6. Haramnya memanfaatkan uang anak yatim yang dia kelola
7. Haramnya lari dan mundur dari medan tempur kecuali untuk siasat perang dan menggabungkan diri dengan pasukan lain
8. Haramnya menuduh wanita baik-baik yang pakaiannya tertutup rapat dan menghindar dari sentuhan laki-laki dengan tuduhan zina

Hadits ini sebagai dalil atas haramnya mempelajari ilmu sihir dan perdukunan dengan segala macam bentuknya, haram pula mengajarkannya.

Haramnya sihir dikarenakan bahwasanya sihir itu dibangun di atas kesyirikan (seseorang bisa mempraktikkan sihir dengan syarat ia musti berbuat syirik).

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 223-225]G

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image