Meramal Nasib dan Anggapan Pertanda Sial Termasuk Perbuatan Sihir dan Perdukunan

asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi

Imam Ahmad meriwayatkan: Telah menceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Ja’far dari Auf dari Hayyan bin ‘Ala’ dari Qathan bin Qubaishah dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Iyafah, Tharq, dan Thiyarah adalah termasuk Jibt” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban. Dihasankan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin)

Penjelasan per-kata

Iyafah adalah meramal nasib dengan menerbangkan burung untuk mencari keberuntungan dan menghindari suatu keburukan dengan namanya, suaranya, atau kemauannya. Apabila ingin melakukan suatu pekerjaan penting, maka mereka menerbangkan burung. Kalau burung itu terbang ke kanan maka menurut mereka itu pertanda baik, namun kalau burung itu terbang ke kiri maka itu pertanda jelek.
Tharq adalah meramal nasib dengan membuat garis dengan abjad-abjad atau simbol-simbol tertentu di atas tanah atau di atas kertas untuk mengetahui perkara ghaib. Menurut mereka hal itu bisa menyingkap tabir keghaiban.
Thiyarah yakni merasa sial dengan suatu suara tertentu atau suatu benda tertentu yang dia saksikan, atau waktu tertentu, atau angka tertentu, dan yang lainnya. Sehingga mereka tidak mau melakukan suatu perbuatan ketika mendengarkan suara tertentu karena beranggapan pertanda sial, atau tidak mau hajatan di bulan tertentu, atau sengaja menghindari angka tertentu (angka 13 misalnya) karena pertanda sial. Bahkan parahnya membuat buku khusus yang dikenal dengan istilah Buku Primbon untuk mengetahui hari-hari yang baik dan mana hari yang buruk.
Jibt adalah amalan sihir dan perdukunan, ia adalah perbuatan syirik. Bahwasanya iyafah, tharq, dan thiyarah adalah amalan sihir dan terjatuh ke dalam kesyirikan.

Penjelasan global

Tatkala kaum Muslimin di awal-awal keislaman begitu jauh dan tenggelam dalam adat jahiliyah yang rusak parah penyimpangannya, syariat Islam datang untuk membersihkan mereka dari khurafat-khurafat yang tidak ada sandaran dalilnya, tidak ada hujjahnya menurut akal yang sehat, dan tidak ada kebenarannya yang bisa disaksikan.

Di antara bentuknya adalah iyafah dengan cara menerbangkan burung untuk mengambil keberuntungan dengan namanya, suaranya, atau kemauannya. Juga tharq dengan cara membuat garis untuk meramal dan menulis simbol-simbol sebagai sarana sihir dan menyingkap tabir ghaib. Juga thiyarah dengan anggapan merasa sial dengan suatu benda, atau waktu, atau angka tertentu.

Dan sungguh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah menjelaskan kepada kita bahwa ketiga perkara ini (iyafah, tharq, dan thiyarah) adalah amalan sihir. Dan telah ditetapkan untuk kaum Muslimin dengan dalil-dalil syar’i bahwasanya menerima sihir, mempelajarinya, dan mengajarkannya adalah haram. Wajib menjauhinya dan berlepas diri darinya dan dari pelakunya (dukun, paranormal, dan yang semakna dengannya).

Faidah hadits ini

1. Penjelasan tiga macam bentuk sihir, yakni: iyafah, tharq, dan thiyarah.
2. Haramnya sihir dan perdukunan.

Hadits ini sebagai dalil atas bahwasanya iyafah, tharq, dan thiyarah merupakan bentuk sihir dan perdukunan. Hadits ini juga menjadi dalil atas haramnya mempelajari ilmu sihir dan perdukunan dengan segala macam bentuknya, haram pula mengajarkannya.

Haramnya sihir dikarenakan bahwasanya sihir itu dibangun di atas kesyirikan (seseorang bisa mempraktikkan sihir dengan syarat ia pasti berbuat syirik).

[Dinukil dari kitab al-Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Penulis asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman al-Qar’awi, hal. 229-230]

Baca juga 5 artikel terakhir di Blog Sunniy Salafy:

Kami adalah penuntut ilmu, seorang sunniy salafy

Ditulis dalam Al Jadid Syarah Kitabut Tauhid, Tauhid Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIAH

"Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran." (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Al Fatawa 4/149)

:: Pengunjung Blog Sunniy Salafy disarankan menggunakan Google Chrome [Klik disini] supaya daya jelajah anda lebih cepat ::

Radio Sunniy Salafy

Kategori
Permata Salaf

image