Bismillah,
Inilah kami, sebuah keluarga Salafiyun yang berdomisili di Perum Gramapuri Persada, Cikarang. Kami bukanlah siapa-siapa kecuali hanya hamba-hamba Allah Subhanahu wata’ala, yang senantiasa mengharap keridhoan Allah Ta’ala.
Abu Harun As Salafy | 1401 H | Sunniy Salafy | Cikarang Utara – Indonesia
Ummu Harun Masithoh As Salafiyyah | 1402 H | Sunniy Salafy | Cikarang Utara – Indonesia
Harun Dzulfahmi Salaf As Shalih | 1428 H | Sunniy Salafy | Cikarang Utara – Indonesia
Latar Agama dalam kehidupan Abu Harun
Dilahirkan dalam keluarga Nasrani sejak baru dilahirkan (Jakarta, 22 Sya’ban 1401 H / 25 Juni 1981 M). Sekolah Dasar di Demak bersama kakek nenek dan Alhamdulillah di sinilah mendapat hidayah Islam mengikuti kakek nenek, tepatnya kelas 3 SD belajar sholat, ngaji dan dasar Islam bersama pak Ustadz dan guru agama di Demak.
Melanjutkan SMP di Bekasi. Kelas 2 SMP mulai mengikuti kajian Islam bersama pertemuan kakak kelas. Hal ini berlangsung hingga SMU dan terus hingga kuliah (2003). Baru sekarang mengetahui bahwa itulah yang disebut Liqo dan baru tahu bahwa itulah dakwah Ikhwanul Muslimin. [1]
Tahun 2003 lebih giat lagi berdakwah setelah diajak sahabat ke Masjid Kebon Jeruk dan begitu semangat menegakkan sunnah sampai tahun 2004. Sejak itu jadilah Karkun dan itulah yang disebut khuruj dan itulah dakwah firqoh Tabligh. Namun sudah lama baru tahu kesesatannya [2]
Pada tahun 2004 ada sebuah bedah buku di Islamic Center Bekasi dengan judul “Raport Merah Aa Gym”
Alhamdulillah, Allah memasukkan ke dalam hatiku untuk belajar dan mengetahui siapa mereka ini, penasaran. Di tahun ini pula aku menemukan kebenaran dan untuk selamanya. Kebenaran ini ada di hatiku. Untuk selamanya Insya Allah. Aku berazzam untuk menjadi Salafy.
Singkat kata barulah aku tahu bahwa inilah kebenaran. Di sinilah memahami Islam dgn benar, manhaj, aqidah, tauhid, sunnah, bid’ah, dakwah, Quran, hadits, fiqh, ibadah, dan lainnya
Sungguh aku bukanlah apa-apa, seorang laki-laki bodoh dan tidak tahu apa-apa selain hanya mengharap kecintaan Rabbku. Aku tidak pernah belajar di pesantren. Hanya rutin menghadiri kajian asatidz salafy di kotaku. bahas kitab secara rutin, mengikuti daurah, dan selainnya.
Ummu Harun menemukan Hidayah di atas Sunnah.
Dilahirkan dalam keluarga Muslim, walhamdulillah, sejak kecil sudah membantu bapak yang diamanahkan menjadi ketua DKM (Dewan Kamakmuran Musholla) di kampung kami, dengan setiap sore mengajari anak-anak kecil mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al Quran.
Mulai mengenal aktifitas dakwah ketika ikut Liqo dengan beberapa orang teman-teman satu PT di tahun 2003.
Hingga pada tahun 2004 suatu hari Murabbi membicarakan tentang Salafy, katanya Salafy itu begini dan begini (image negatif). Di PT juga ada akhwat Salafy, ketika berangkat ke pabrik dan pulang ia mengenakan cadar dan membukanya ketika di dalam PT karena ndak mungkin dunk kerja pakai cadar, hanya saja jilbab dan jubah yang panjang. Suatu ketika akhwat itu berkata, "Aa Gym sih ndak ada apa-apanya sama ustadz Salafiyyin, ndak berilmu dia". Panas hati ini…. Karena penasaran, dengan membuktikannya dengan hadir di kajiannya salah seorang ustadz Salafiyyin di Bekasi setiap Ahad sore kajian kitab Tafsir. Ternyata apa yang disampaikan akhwat itu benar adanya. Beda sekali kajian asatidzah Salafiyyin yang sarat dengan dalil dan hujjah dengan kajiannya Sufi yang semuanya berasal dari hawa nafsunya. Sejak hari itu diri ini berazzam untuk menjadi Salafy.
Kami sekeluarga memohon kepada Allah Tabaroka wata’ala agar Allah memberi kami umur yang panjang untuk kami berkhidmat pada-Nya menyebarkan dakwah salafiyah kepada keluarga, kepada sahabat-sahabat, temen-temen di kantor, masyarakat di kampung dan tempat tinggal.
Kami memohon kepada Allah Azza wajalla agar memberi kami umur yang panjang untuk bisa mendidik diri-diri kami, membesarkan anak kami dgn pembinaan di atas manhaj salaf, mempesantrenkan anak-anak kami, dan menjadikan mereka berada di barisan para ulama ahlus sunnah, dan berada di barisan mujahid dakwah salafiyah.
Aamiin yaa Rabb.
_______________
Footnote:
[1] Penjelasan ttg Ikhwanul Muslimin di sini
[2] Penjelasan ttg Jamaah Tabligh di sini
















izin share artikel2nya… Bararakallahufik ya akhi..